Guatemala Juga Pindahkan Kedubes ke Yerusalem pada Bulan Mei

Kompas.com - 05/03/2018, 17:15 WIB
Foto bertanggal 28 November 2016 memperlihatkan Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam sebuah perjanjian bilateral. ABIR SULTAN/POOL/AFPFoto bertanggal 28 November 2016 memperlihatkan Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam sebuah perjanjian bilateral.

GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Setelah AS yang mengumumkan bakal memindahkan kantor kedutaan besarnya ke Yerusalem pada Mei mendatang, kini Guatemala memastikan akan melakukan langkah yang sama.

Presiden Guatemala Jimmy Morales telah mengumumkan pada Minggu (4/3/2018), akan memindahkan kantor kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem dalam waktu dua hari setelah AS.

"Dengan ini saya menginstruksikan, dua hari setelah AS memindahkan kedutaannya, Guatemala akan kembali dan secara permanen memindahkan kantor kedutaan ke Yerusalem," kata Presiden Morales dilansir AFP.

Baca juga: Ikuti AS, Guatemala Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Trump karena telah mengawali," tambah Morales dalam konferensi tahunan Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC), sebuah kelompok lobi pro-Israel yang berpengaruh.

Guatemala menjadi negara pertama yang mengikuti langkah AS dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Setelah Trump yang mengumumkan akan memindahkan kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Desember 2017 lalu, Guatemala segera mengumumkan hal yang sama.

Presiden Morales, yang sejak awal menegaskan mendukung Israel, menuliskan perihal pemindahan kedubes tersebut di laman Facebook miliknya pada 24 Desember 2017.

"Keputusan ini sangat membuktikan dukungan dan solidaritas yang berkelanjutan dari Guatemala kepada rakyat Israel. Kami yakin lebih banyak negara yang akan mengikuti langkah kami," kata Morales.

Guatemala termasuk dalam tujuh negara yang mendukung AS dan Israel dalam sidang Majelis Umum PBB pada 21 Desember lalu dan menyatakan tidak setuju dengan resolusi yang menolak keputusan Trump soal Yerusalem.

Baca juga: Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Guatemala Akui Tak Ada Tekanan AS

AS berencana memindahkan kantor kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei mendatang, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-70 berdirinya Israel.

Keputusan itu sangat disambut baik pemerintah Israel, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang menyampaikan terima kasihnya kepada Trump.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X