Kompas.com - 05/03/2018, 14:16 WIB
Joseph Stalin bersama Presiden AS Franklin Delano Roosevelt dan PM Inggris Winston Churchill dalam konferensi Teheran pada November 1943. Ketiga pemimpin ini saat itu disebut sebagai Tiga Besar. WikipediaJoseph Stalin bersama Presiden AS Franklin Delano Roosevelt dan PM Inggris Winston Churchill dalam konferensi Teheran pada November 1943. Ketiga pemimpin ini saat itu disebut sebagai Tiga Besar.
|

KOMPAS.com - Hari ini, tepatnya 5 Februari 1953, Joseph Stalin diktator Uni Soviet yang berkuasa sejak 1953 meninggal dunia di Moskwa.

Stalin terlahir dengan nama Iosep Dzhugashvili di kota Gori, Georgia pada 18 Desember 1878. Georgia saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia.

Ayahnya Besarion "Beso" Dzhugasvili adalah seorang pembuat sepatu yang cukup sukses di zamannya. Namun, ketika zaman berubah, ayah Stalin tak mampu mengikuti mode yang berujung bangkrutnya bisnis sang ayah.

Segera setelah bisnisnya bangkrut, keluarga Stalin hidup dalam kemiskinan dan harus berpindah rumah sembilan kali dalam 10 tahun.

Baca juga : Berdebat Panas tentang Stalin, Dua Jurnalis Rusia Berkelahi

Selain hidup miskin, Beso juga gemar mabuk yang membuatnya kerap memukuli istri dan sang putra.

Demi menyelamatkan anaknya, Ekaterina "Keke" Geladze membawa Stalin pindah ke kediaman teman keluarganya, Pastor Christopher Charkviani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keke kemudian bekerja sebagai pembantu tangga dan tukang cuci bagi beberapa keluarga yang merasa kasihan dengan nasibnya.

Meski miskin, Keke bertekad agar anaknya harus bersekolah, sebuah hal yang tak pernah dicapai keluarga itu sebelumnya.

Pada akhir 1888, saat berusia 10 tahun, Stalin masuk ke sebuah sekolah yang dikelola gereka Ortodoks Rusia.

Di sekolah Stalin menunjukkan kecerdeasannya serta memperlihatkan bakat di bidang seni lukis dan drama.  Dia juga menulis puisi dan bergabung dalam paduan suara gereja.  

Di sisi lain, Stalin juga gemar berkelahi sehingga dia dijuluki sebagai anak terpandai sekaligus yang paling nakal.

Saat sedang menimba ilmu di Seminari Tiflis, diam-diam Stalin membaca buku-buku karya Karl Marx dan para pemikir sayap kiri lainnya.

Baca juga : Jajak Pendapat: Mayoritas Warga Rusia Setuju Stalin adalah Pemimpin Panutan

Pada 1900, Stalin sudah menjadi aktivis politik, terlibat dalam unjuk rasa buruh dan mogok kerja.

Kemudian, Stalin bergabung dengan kelompok Bolshevik, sayap miltan gerakan sosial demokrat. Di sanalah Stalin mengenal dan banyak belajar dari Vladimir Lenin.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.