Kompas.com - 05/03/2018, 14:00 WIB
Bendera Amerika Serikat. ShutterstockBendera Amerika Serikat.

ANKARA, KOMPAS.com - Kedutaan besar AS di Ankara, Turki, terpaksa tutup pada Senin (5/3/2018) karena menerima ancaman keamanan.

Wawancara untuk visa dan layanan rutin lainnya dibatalkan. Kedubes hanya akan melayani kepentingan darurat selama masa penutupan.

Dilansir dari Straits Times, kedubes AS juga mengimbau agar warganya tidak berada di sekitar gedung kedubes dan menghindari keramaian.

Selain itu, warga AS di Turki diminta untuk tetap waspada saat mengunjungi tempat-tempat wisata populer dan lokasi ramai lainnya.

"Tingkatkan keamanan pribadi ketika Anda memilih untuk mengunjungi tempat wisata populer, mall, kawasan belanja, pusat olahraga dan tempat hiburan," tulis imbauan tersebut.

Baca juga : Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Namun, pihak kedubes AS tidak menyebut lebih lanjut mengenai jenis ancaman yang mendorong penutupan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Ankara menyatakan, jumlah langkah keamanan tambahan ditempuh setelah intelijen mengungkapkan kemungkinan adanya serangan yang menargetkan kedubes AS.

Pembukaan kembali operasional kedubes AS akan diumumkan ketika kondisi sudah aman.

CNN melaporkan, hubungan antara Turki dan AS kembali tegang sejak pemerintahan administrasi Donald Trump memutuskan untuk menyediakan senjata dan peralatan bagi Tentara Demokratik Suriah (SDF).

Turki memandang kelompok tersebut terkait dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK), sebuah kelompok separatis yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah.

Turki telah meluncurkan operasi yang menargetkan kelompok Kurdi di Afrin pada Januari lalu, tak lama setelah koalisi AS mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan SDF guna menstabilkan wilayah Suriah yang dikepung ISIS.

Baca juga : Dituduh Mata-mata, Dua Tentara Yunani Ditahan di Turki

Pada 2015 dan 2016, Ankara juga menghadapi sejumlah serangan teror yang diluncurkan oleh kelompok teroris PYD/PKK dan Daesh.

Serangan-serangan itu merenggut banyak nyawa dan juga melukai puluhan penduduk. Tahun lalu, kota tersebut tidak mengalami serangan teror.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.