Myanmar Tangkap Mantan Anggota Parlemen Etnis Rohingya

Kompas.com - 05/03/2018, 08:24 WIB
Penjaga perbatasan Myanmar berjaga di luar Maungdaw, Rakhine, tempat di dekat akan dibangunnya pusat transit pengungsi dalam proses pemulangan Rohingya. Cape Diamond/ AFPPenjaga perbatasan Myanmar berjaga di luar Maungdaw, Rakhine, tempat di dekat akan dibangunnya pusat transit pengungsi dalam proses pemulangan Rohingya.

YANGON, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar menangkap mantan anggota Parlemen Rohingya atas tuduhan telah membiayai kelompok militer dari etnis Rohingya atau Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA).

Aung Zaw Win, seorang taipan properti dan mantan anggota parlemen Partai Uni Solidaritas dan Pengembangan, ditangkap di bandara internasional Yangon pada Rabu pekan lalu.

The Guardian pada Minggu (4/3/2018) melaporkan, dia ditangkap ketika hendak berangkat untuk perjalanan bisnis ke Bangkok, Thailand.

Aung Zaw Win kini berada dalam tahanan kantor polisi Mingaladon, dekat bandara Yangon. Kendati sudah ditahan selama lima hari, namun dia dilaporkan belum juga diinterogasi.

Baca juga : Pemerintah Myanmar Diduga Hancurkan Kuburan Massal Rohingya

Aktivis Rohingya Nay San Lwin mengatakan, pemerintah dan militer Myanmar telah mengirimkan sinyal ancaman kepada semua warga Rohingya yang tinggal dan bekerja di Yangon.

"Mereka ingin menghancurkan seluruh komunitas Rohingya, tidak hanya di Rakhine saja," katanya.

Aung Zaw Win merupakan salah satu pengusaha Rohingya yang paling menonjol di Myanmar. Dia memiliki kerajaan properti yang luas, termasuk hotel di Yangon dan Naypyidaw, serta banyak perusahaan konstruksi.

Dia juga anggota parlemen untuk Maungdaw di Rakhine hingga 2015.

Penangkapan Aung Zaw Win mengejutkan banyak orang, sebab dia dikenal mempunyai hubungan dekat dengan militer.

Baca juga : Myanmar Siap Terima Kembali Pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh

Keterlibatannya dalam dunia politik terutama untuk tujuan bisnis. Dia selalu menghindari pernyataan politis mengenai nasib warga etnis Rohingya lainnya di Myanmar.

Saat menjabat sebagai anggota parlemen, dia menjadi salah satu dari mereka yang menekan komunitas Rohingya untuk menerima identitas Bengali.

Identitas Bengali merupakan gagasan yang menyatakan etnis Rohingya bukan penduduk asli Myanmar, melainkan imigran dari Bangladesh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X