Kompas.com - 04/03/2018, 23:50 WIB
Petugas menutup bangkai kuda yang ditinggalkan di jalan dengan kain. WESSEX NEWS/METRO.co.ukPetugas menutup bangkai kuda yang ditinggalkan di jalan dengan kain.

HUNGERFORD, KOMPAS.com - Kepolisian di tenggara Inggris tengah melakukan penyelidikan atas kasus penyiksaan dan pembunuhan seekor kuda, setelah ditemukannya hewan tersebut yang diikat di sebatang pohon.

Seekor kuda ditemukan sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi terikat ke sebatang pohon di Denford, sekitar satu kilometer dari kota Hungerford. Diduga kuda tersebut sempat ditarik menggunakan mobil sebelum mati dan ditinggalkan.

Bangkai kuda itu sempat menjadi tontonan warga yang melintas sebelum kemudian dilaporkan salah seorang warga ke kepolisian Thames Valley.

Baca juga: Kelakuan Wisatawan di China Nekad Naiki Patung Kuda Usia 1.000 Tahun

Petugas satwa liar setempat David Burleigh yang mendatangi lokasi kejadian segera menutup bangkai kuda berwarna hitam dan putih itu dengan kain agar tidak menjadi tontonan warga.

"Tidak bisa dipastikan apakah kuda masih dalam keadaan hidup saat diikatkan ke pohon dan ditinggalkan," kata dia dilansir Metro.co.uk.

Namun melihat kondisi keempat kaki kuda yang diikat menjadi satu, besar kemungkinan hewan tersebut sudah mati di lokasi lain, kemudian dibawa ke tempat ditemukannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kuda itu diikat ke pohon kemungkinan untuk menurunkannya dari kendaraan dengan tujuan membuangnya," tambah Burleigh.

Penemuan bangkai kuda dilaporkan sekitar pukul 06.00. Tidak adanya microchip pada hewan tersebut menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi pemiliknya.

Berdasarkan undang-undang tindak pidana, pelaku yang telah meninggalkan kuda itu terancam hukuman penjara hingga 51 minggu dan atau denda hingga 20.000 poundsterling (sekitar Rp 3,8 miliar).

Baca juga: Ketika Paus Fransiskus Menolong Polisi yang Jatuh dari Kuda di Chile

Menurut data dari kelompok penyelamat hewan, laporan akan hewan yang dibuang atau ditelantarkan telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut diduga turut dipengaruhi situasi tekanan ekonomi yang semakin buruk, mendorong pemilik hewan yang ingin menghindari biaya perawatan hewan membuang mereka.

Beberapa pedagang dan peternak hewan juga dilaporkan memilih membuang bangkai hewan ternak atau peliharaan mereka yang mati daripada harus mengeluarkan uang untuk menguburkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.