Kompas.com - 02/03/2018, 18:21 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NRA) yakin, isu soal perlunya pembatasan senjata tidak akan terjadi.

Keyakinan itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif NRA Bidang Aksi Legislatif, Chris Cox, dalam kicauannya di Twitter.

Dilansir New York Post Kamis (1/3/2018), Cox mengatakan bahwa dia telah bertemu dengan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih, Cox menyatakan kalau Trump sangat mendukung adanya Amandemen Kedua Konstitusi AS.

Ketiganya sepakat bahwa mereka menginginkan institusi pendidikan seperti sekolah bisa tetap aman, dan mereformasi kebijakan soal kesehatan mental.

Baca juga : Trump: Sudah Saatnya Memperketat Aturan Senjata

"Baik POTUS dan VPOTUS mendukung Amandemen Kedua, mendukung proses kuat dalam memastikan keamanan, dan tidak ingin adanya pembatasan senjata," beber Cox.

Adapun Trump menulis kicauan di Twitternya bahwa dia telah menggelar pertemuan hebat dengan NRA di Ruang Oval Kamis malam waktu setempat.

New York Post memberitakan, ucapan Cox seolah berkebalikan dengan pernyataan Trump Rabu (28/2/2018).

Saat itu, dia mengkritik para Senator AS yang tidak mendukung adanya pembatasan senjata. "Kalian terlalu takut terhadap NRA," ujar Trump saat itu seperti dilaporkan The Post.

Sehari berselang, Trump menegaskan kalau dia telah berbicara dengan sejumlah petinggi NRA bahwa sudah saatnya AS memperketat aturan peredaran senjata.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.