Kompas.com - 02/03/2018, 14:58 WIB

Sebab, senapan serbu itu mirip yang dipakai pelaku penembakan massal SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida (14/2/2018).

Pelaku yang bernama Nikolas Cruz itu menyerang bekas sekolahnya, dan menewaskan 17 orang murid dan guru, serta melukai 15 orang lainnya.

"Senjata itu digunakan untuk pembantaian massal. Sekarang Anda ini memberkatinya? Sangat memalukan!" kecam Lisa Desiena, salah satu pengunjuk rasa dilansir International Business Times.

Keberadaan senjata tersebut juga membuat sekolah terdekat, SD Wallenpaupack Selatan, memutuskan untuk mengungsikan murid-muridnya ke sekolah lain.

Pengawas Sekolah Distrik Wallenpaupack, Michael Silsby berkata, mereka memang tidak menerima peringatan langsung.

"Namun, demi mencegah hal yang tidak diinginkan, kami memutuskan untuk memindahkan para siswa," kata Silsby.

Adapun upacara tersebut ditentang oleh Presiden Gereja Unifikasi, yang merupakan pusat Gereja Perdamaian Dunia, Richard Buessing.

Dalam pendapatnya, sebuah kehidupan beragama tidak mengharuskan jemaatnya untuk membawa senjata.

Baca juga : Pasca-Kasus Penembakan Massal Florida, Walmart Naikkan Batas Usia Pembeli Senjata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.