Trump Ingin Pengedar Narkoba Dapat Hukuman Mati

Kompas.com - 02/03/2018, 09:01 WIB
Presiden Donald Trump berpidato dalam upacara penghargaan Medali Medal of Valor di Ruang Timur, di Gedung Putih, di Washington DC, Selasa (20/2/2018). (AP Photo/Manuel Balce Ceneta) Presiden Donald Trump berpidato dalam upacara penghargaan Medali Medal of Valor di Ruang Timur, di Gedung Putih, di Washington DC, Selasa (20/2/2018). (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan pengedar narkoba mendapat ganjaran hukuman mati.

Dilansir dari The Telegraph, Kamis (1/3/2018), Trump menyebut beberapa negara lain telah menggunakan hukuman tersebut untuk menangani pengedar narkoba. Menurutnya, hukuman mati lebih efektif dalam mengurangi peredaran obat-obatan terlarang.

"Jika Anda menembak satu orang, mereka memberi Anda hukuman mati. Orang-orang ini (pengedar narkoba) dapat membunuh dua atau tiga ribu orang dan tidak ada yang terjadi pada mereka," katanya di Gedung Putih.

"Jawabannya adalah Anda harus memiliki kekuatan dan ketangguhan. Pengedar narkoba benar-benar merusak," tambahnya.

Baca juga : Frustrasi dengan Trump, Utusan Khusus AS untuk Korut Pensiun

NBC News mewartakan, komentar Trump tersebut terlontar beberapa hari setelah Axios melaporkan pria berusia 71 tahun itu membahas mengenai penegakan hukum terhadap pengedar narkoba, seperti yang ada di Singapura dan Filipina.

Tahun ini, diperkirakan 65.000 orang Amerika akan meninggal akibat overdosis opioid, baik untuk obat penghilang rasa sakit resep atau obat-obatan ilegal seperti heroin.

Jumlah kematian tersebut melebihi korban tewas dalam kecelakaan mobil atau insiden penembakan, dan lebih dari jumlah tentara AS yang tewas dalam Perang Vietnam.

Pasar opioid legal di Amerika bernilai sekitar 15 miliar atau Rp 206,3 triliun per tahun.

Baca juga : Trump: Sudah Saatnya Memperketat Aturan Senjata

Opioid merupakan sejenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengontrol, mengendalikan atau menghilangkan rasa nyeri. Opioid atau opium dapat menimbulkan kecanduan dan termasuk dalam jenis narkotika

AS yang hanya memiliki 5 persen populasi dunia telah mengonsumsi 80 persen dari semua resep obat penghilang rasa sakit.

Negara itu juga dibanjiri dengan opioid sintetis ilegal dan kuat dari China.

Trump mengatakan, krisis opioid merupakan prioritas utama pemerintahannya. Trump juga baru saja menandatangani kesepakatan anggaran yang akan mengucurkan 6 miliar AS atau Rp 82,5 triliun selama dua tahun ke depan untuk menangkal penyalahgunaan opioid.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X