Kompas.com - 01/03/2018, 20:20 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Keluarga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah berduka setelah anjing Alaska yang mereka adopsi beberapa tahun lalu, kini mati.

Anjing yang bernama Kaia itu diadopsi keluarga Netanyahu pada Juli 2015 lalu dari sebuah tempat penangkaran hewan dan akan dimusnahkan. Namun diselamatkan dan diadopsi oleh putra Netanyahu, Avner.

Sejak saat itu, anjing berusia 12 tahun itu telah beberapa kali menjadi pusat perhatian media massa di Israel, salah satunya karena perilakunya yang kerap menggigit. Bahkan perdana menteri pernah digigitnya.

Baca juga: 38 Anjing Militer Dieutanasia dalam 6 Bulan, Kemenhan Inggris Dikecam

Netanyahu mengabarkan berita kematian Kaia melalui akun media sosial Facebooknya, pada Senin (26/2/2018) lalu.

"Kaia kesayangan kami sudah tidak ada lagi," tulis Perdana Menteri Netanyahu dalam laman resmi miliknya.

Netanyahu mengungkapkan, anjing betina milik keluarganya itu mulai sakit sejak dua bulan lalu dan telah menjalani dua kali operasi. Namun kondisinya tidak membaik dan sempat lumpuh.

Selama menjadi anjing nomor satu di Israel, Kaia beberapa kali menjadi sorotan karena skandal gigitannya.

Kaia sempat menggigit salah satu anggota dewan dari partai Likud, Sharren Haskel, yang kemudian mendorong dikeluarkannya undang-undang karantina anjing di dalam rumah.

Kaia juga pernah menggigit Netanyahu pada awal 2016, bahkan sampai membuat perdana menteri harus mendapatkan suntikan vaksin rabies.

"Kami tidak pernah menyesal memberi Kaia tempat tinggal dan membuatnya bertahan hidup beberapa tahun lebih lama. Dia juga memberi kami banyak kebahagiaan."

Baca juga: Seekor Anjing Tertembak Tiga Kali demi Lindungi Tuannya dari Perampok

Netanyahu pun mendorong masyarakat untuk tergerak mengadopsi anjing tua sebagai hewan peliharaan.

"Kaia adalah bagian dari keluarga kami. Kami sangat sedih dengan kepergiannya. Kami akan selalu mengingatnya," kata Netanyahu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.