Lakukan Penembakan di Sekolah, Guru Ini Ditahan

Kompas.com - 01/03/2018, 15:09 WIB
Jesse Randal Davidson, guru di SMP Dalton yang melakukan penembakan di sekolahnya Rabu (28/2/2018). CNN/Dalton Public SchoolJesse Randal Davidson, guru di SMP Dalton yang melakukan penembakan di sekolahnya Rabu (28/2/2018).

DALTON, KOMPAS.com - Penembakan di sekolah dilaporkan kembali terjadi di Dalton, Georgia, Amerika Serikat, Rabu (28/2/2018).

Diwartakan CNN dan WSB-TV, kejadian tersebut berlangsung di SMP Dalton sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Juru bicara kepolisian, Bruce Frazier berkata, seorang guru bernama Jesse Randal Davidson tiba-tiba mengunci dirinya di salah satu kelas.

Diwartakan CNN, pria 53 tahun tersebut adalah guru mata pelajaran Sejarah, dan penyiar American Football setempat.

Ketika kepala sekolah memasukkan kunci dan mencoba masuk, terdengar suara tembakan yang mengarah ke jendela kelas.

Baca juga : Penembakan Massal Florida, Permintaan Pelindung Anti-peluru Meningkat

Frazier mengatakan, Davidson menggunakan pistol. "Tidak jelas apa motifnya melakukan hal itu. Namun, jelas dia tidak mengincar siapapun," bebernya.

Akibat letusan itu, sekolah mengaktifkan alarm bahaya, dan mengevakuasi 2.000 muridnya ke aula besar guna berlindung.

Selama 30-40 menit berikutnya, seorang polisi tengah berada di sekitar SMP Dalton, sehingga dia bisa segera menujuCliff kelas tempat Davidson mengurung diri.

Petugas tersebut membujuk Davidson selama 40 menit untuk menyerahkan diri, yang kemudian disetujuinya sehingga dia ditangkap tanpa perlawanan.

Polisi kemudian menjerat Davidson dengan tuduhan penyerangan, kepemilikan senjata di sekolah, dan merusak tempat publik.

"Untungnya, tidak ada yang mengalami luka serius. Kecuali seorang murid perempuan yang terkilir di engkelnya karena berusaha menyelamatkan diri," ujar Frazier.

Salah seorang orangtua murid, Topeka White, berkata kalau dia sempat mencemaskan putrinya.

"Saya sempat takut. Namun, akhirnya saya bersyukur setelah dia membalas pesan saya, dan berkata dia baik-baik saja," ujar White.

Wakil Kepala Polisi Dalton, Cliff Cason memuji petugas tersebut yang tanggap untuk menghentikan penembakan tersebut.

Dia juga mengapresiasi keputusan sekolah yang langsung mengevakuasi muridnya dengan tenang.

"Ketika petugas kami sampai, sekolah langsung menunjukkan arah sehingga kami bisa cepat mencapai tempat si penembak," kata Cason.

Beberapa murid yang pernah diajar Davidson terkejut mantan jurnalis tersebut merupakan pria yang melakukan penembakan.

"Pak Davidson adalah guru favorit. Saya sangat sedih mendengarnya," kata Alyssa Flynn di Twitter, seperti dilansir Metro.

Penembakan yang dilakukan Davidson terjadi dua pekan setelah aksi Nikolas Cruz yang menyerang bekas sekolahnya, SMA Marjory Stoneman Douglas di Florida (14/2/2018).

Menggunakan senapan semi-otomatis AR-15, Cruz menewaskan 17 orang murid dan guru, serta melukai 15 orang lainnya.

Baca juga : Banyak Pemilik Senjata, Mengapa Swiss Tidak Ada Penembakan Massal?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X