Kompas.com - 01/03/2018, 14:58 WIB
Ratu Elizabeth MARIECLAIRERatu Elizabeth


WELLINGTON, KOMPAS.com - Dokumen dari Intelijen Keamanan Selandia Baru (SIS) mengungkap adanya upaya pembunuhan Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke negara tersebut pada 1981.

Seorang remaja yang mengalami gangguan mental, Christopher Lewis, melepaskan satu tembakan ke arah mobil Ratu ketika mengunjungi kota Dunedin, South Island.

Kendati tidak ada korban luka, namun kepolisian disebut berupaya untuk menutupi kasus tersebut.

Kepolisian meyakinkan anggota kerajaan Inggris dengan mengklaim suara ledakan berasal dari kembang api.

Baca juga : Sederhananya Menu Sarapan Ratu Elizabeth

Lewis, yang pada saat itu masih berusia 17 tahun, ditangkap karena kasus lain, yaitu perampokan bersenjata. Namun, dia membuat pengakuan tentang upayanya mengakhiri hidup Ratu.

"Lewis memang awalnya berniat untuk membunuh sang ratu," tulis dokumen tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, pelaku tidak memiliki sudut pandang yang sesuai untuk melepaskan tembakan," tambahnya.

Sementara, polisi yang mengatakan Lewis mengalami delusi dan hidup di dunia mimpi, sebuah senapan dan peluru justru ditemukan di gedung, lokasi di mana dia berupaya melakukan pembunuhan.

Dia mengaku sebagai anggota organisasi sayap kanan bernama tentara gerilya kerajaan nasional, yang kemudian disimpulkan polisi hanya memiliki tiga anggota.

Baca juga : Usia Pernikahan Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip Capai 70 Tahun

Polisi memutuskan untuk tidak menjeratnya dengan tuduhan pengkhianatan atas upaya pembunuhan pada Oktober 1981, melainkan menggunakan tuduhan penggunaan senjata api dan perampokan.

Dokumen SIS yang dirilis secara terbuka itu juga menunjukkan kekhawatiran polisi mengenai bocornya kasus tersebut ke publik, sehingga berkonspirasi untuk tetap merahasiakannya.

Pihak berwenang cemas hal itu akan menghalangi kunjungan selanjutnya kerajaan Inggris ke negara bekas koloninya.

Lewis meninggal di penjara Selandia Baru pada 1997.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.