Kompas.com - 01/03/2018, 11:27 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Desakan agar pemerintah Amerika Serikat (AS) mengetatkan aturan tentang senjata api direspon oleh Presiden Donald Trump.

Dilansir Sky News Rabu (28/2/2018), Trump menyambut positif desakan itu, dan berkata sudah saatnya berbagai kasus kekerasan menggunakan senjata.

Pernyataan tersebut diucapkan Trump dalam jamuan makan siang dengan 17 perwakilan dan senator di Gedung Putih, Washington.

Sebelumnya, desakan tentang memperketat aturan penggunaan senjata terjadi pasca-penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas (14/2/2018).

Serangan yang dilakukan remaja 19 tahun bernama Nikolas Cruz itu menewaskan 17 orang murid dan guru.

Baca juga : Menantu Trump Kini Tak Bisa Akses Informasi Amat Rahasia

Dalam aksinya, Cruz menggunakan senapan serbu tipe AR-15, rompi anti-peluru, masker, serta granat asap.

"Kita harus segera menghentikan permasalahan ini. Kita tidak bisa diam saja dan berpangku tangan," ujar Trump dalam pidatonya.

Salah satu bentuk pengetatan yang dilakukan Trump adalah menaikkan batas usia calon pembeli dari 18 tahun menjadi 21 tahun.

Kemudian, dia melarang penjualan peranti modifikasi seperti bump stock, yang mampu membuat senapan semi-otomatis seperti AR-15 menjadi otomatis.

Trump juga mengusulkan agar pemeriksaan latar belakang calon pembeli diperluas. Usul yang ditolak oleh anggota Partai Republikan di Kongres dan Asosiasi Senapan AS (NRA).

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.