Pyongyang: Sanksi Tidak Akan Bisa Hentikan Program Nuklir Korea Utara

Kompas.com - 28/02/2018, 21:26 WIB
Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat. EPA/BBCKorut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat.

JENEWA, KOMPAS.com - Korea Utara menegaskan jika ancaman dan sanksi apapun yang dijatuhkan tidak akan dapat mempengaruhi program persenjataan nuklir mereka.

Pernyataan itu disampaikan perwakilan Korea Utara dalam forum perlucutan persenjataan PBB, menyusul ancaman "tekanan maksimal" oleh Presiden Donald Trump.

"AS harus mengetahui bahwa sanksi dan tekanan tidak akan pernah mengancam (Korea Utara) dan tidak akan pernah berhasil," kata Han Tae Song, perwakilan Pyongyang dalam Konferensi Perlucutan Senjata PBB di Jenewa, Selasa (27/2/2018).

Sebelumnya, Trump mengungkapkan jika AS telah menyiapkan "sanksi terberat" yang akan dikenakan kepada Korea Utara.

Washington telah memberikan konfirmasi terkait sanksi baru tersebut, yang dikatakan bakal menargetkan seluruh kapal yang tengah dipergunakan oleh Korea Utara.

Baca juga: AS Bakal Berikan Paket Sanksi Baru ke Korea Utara

Dalam forum Badan Perlucutan Senjata PBB, perwakilan Korea Utara dengan AS kerap kali terlibat adu argumen, karena kedua pemerintahan sangat jarang saling bertemu, dan di forum tersebut mereka saling bertatap muka.

"Jika AS mengabaikan usaha tulus kami untuk memperbaiki hubungan antar-Korea dan lebih memilih memprovokasi dan konfrontasi, maka DPRK pasti akan memberi tanggapan," kata Han, menggunakan nama Republik Demokratik Rakyat Korea.

Hubungan antara Korea Utara dengan Korea Selatan belakangan tampak membaik, menyusul keikutsertaan kedua negara di ajang Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Namun AS tampaknya tidak mempedulikan hal tersebut dan berjanji bakal tetap mempertahankan tekanan terhadap Pyongnyang.

Han mengancam, jika sanksi yang diberikan AS tetap memberikan dampak, maka Pyongyang bakal melangkah ke tahap kedua yang disebutnya merupakan hal yang sangat buruk.

"Kami akan melangkah ke tahap dua. Tahap dua mungkin menjadi hal yang sangat buruk," kata dia.

Baca juga: Korea Utara Batalkan Pertemuan dengan Wapres AS

Sementara perwakilan AS, Robert Wood, dalam forum tersebut kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan pernah menerima Korea Utara sebagai negara berkekuatan nuklir.

Wood juga menjawab ancaman wakil Korut. "Hal itu tidak akan pernah terjadi," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X