Kompas.com - 28/02/2018, 20:26 WIB
Ilustrasi anak korban pelecehan. THINKSTOCKIlustrasi anak korban pelecehan.

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman 572 tahun penjara kepada pelaku penganiayaan dan pelecehan seksual kepada 18 anak-anak laki-laki.

Pelaku yang merupakan petugas kebersihan di sebuah sekolah terbukti bersalah atas kejahatan berlapis setelah melecehkan dan memperkosa belasan siswa di tempatnya bekerja.

Pengadilan Provinsi Adiyaman menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, 30 tahun untuk masing-masing anak yang menjadi korbannya. Sehingga total hukuman penjara yang harus dijalani terdakwa adalah 540 tahun.

Selain itu, terdakwa juga mendapat tambahan hukuman 32 tahun penjara aats tuduhan merebut kebebasan seseorang, bertindak cabul, dan pemerasan.

Baca juga: Peniru Justin Bieber Dijerat 930 Dakwaan Kasus Pelecehan Anak-anak

Total hukuman yang harus dijalani terdakwa berusia 32 tahun itu menjadi 571 tahun, 11 bulan dan 25 hari. Demikian dilaporkan surat kabar Hurriyet dilansir AFP.

Pelaku pedofil itu diketahui telah bekerja di sebuah sekolah pendidikan keagamaan sejak 2012 dan mulai tinggal di sekolah antara 2013 hingga 2015.

Menurut laporan Hurriyet, pelaku telah melakukan kekerasan secara fisik kepada para korbannya, memukul mereka, memaksa mereka menonton filom porno, merokok, dan mengancam mereka.

Kasus pelecehan seksual dengan korban anak-anak tengah menjadi perhatian masyarakat Turki. Pemerintah Ankara menanggapi dengan membentuk komisi khusus dengan melibatkan enam menteri.

Baca juga: Turki Pertimbangkan Hukuman Kebiri Kimia bagi Pedofil

Kasus pelecehan seksual anak meningkat tajam di Turki, dengan 21.189 kasus yang telah diputuskan pengadilan pada 2016.

Pemerintah kembali mempertimbangkan hukuman kebiri kimia kepada para pelaku kasus pedofilia, hal yang sempat diperkenalkan pada 2016 namun ditangguhkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.