Aktivis Perempuan Iran Desak Hukuman Cambuk bagi Pria Pelaku Pelecehan

Kompas.com - 28/02/2018, 16:10 WIB
Salah satu poster yang menyampaikan kritik terhadap tindakan pelecehan terhadap perempuan yang dibuat kelompok aktivis perempuan Iran. Salah satu poster yang menyampaikan kritik terhadap tindakan pelecehan terhadap perempuan yang dibuat kelompok aktivis perempuan Iran.

TEHERAN, KOMPAS.com - Kelompok aktivis perempuan di Iran mendesak kepada pihak berwenang untuk memberlakukan hukuman cambuk kepada kaum pria yang melakukan pelecehan terhadap wanita di muka umum.

Para pria yang melakukan pelecehan terhadap perempuan seperti menggoda dan memanggil-manggil di depan publik, dapat dihukum cambuk hingga 74 kali.

Kelompok aktivis tersebut bahkan telah membuat poster dan meminta pada pemerintah daerah untuk menyebarkannya di ruang publik di Teheran yang menuntut dibuatnya undang-undang hukuman fisik bagi pria pelaku pelecehan.

Baca juga: Iran Eksekusi 3 Orang yang Divonis Mati Saat Remaja

Para aktivis tersebut mengingatkan bahwa undang-undang di Iran menghukum tindakan tak bermoral di depan umum, dan menurut mereka pelecehan terhadap perempuan termasuk dalam tindakan tersebut.

Dalam rangkaian poster yang dibuat dan diusulkan kelompok aktivis perempuan itu, salah satunya mengkritik kaum pria duduk dengan memakan tempat di kendaraan umum.

Contoh lain, pria yang menggoda perempuan sambil mengendarai kendaraan atau membuntuti perempuan yang berjalan sendirian.

Rancangan poster tersebut kemudian diunggah oleh Shahindokht Molaverdi, asisten khusus presiden Iran untuk hak asasi warga negara yang langsung memicu perdebatan di media sosial, terutama lantaran menyetujui hukuman fisik.

Di bawah interpretasi Iran tentang hukum Islam, tindakan pelanggaran moral seperti homoseksual, perselingkuhan, dapat dijatuhi hukuman cambuk bahkan hukuman mati.

Baca juga: Ikut Unjuk Rasa Antihijab, 29 Perempuan Iran Ditangkap

Komunitas perempuan Iran belum lama ini juga memprotes aturan berpakaian yang diwajibkan pemerintah, di mana mengharuskan perempuan berusia di atas 13 tahun mengenakan jilbab di tempat umum.

Perempuan yang menunjukkan rambut mereka di depan umum dapat dipenjara hingga dua bulan atau didenda hingga 25 dolar AS (sekitar Rp 340.000).

Namun sejak akhir Desember lalu, polisi Iran mengatakan tidak akan lagi menangkap wanita yang tak mematuhi aturan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X