Trump Sudah Pilih Ahli untuk Pimpin Tim Kampanye Pilpres 2020

Kompas.com - 28/02/2018, 08:01 WIB
Presiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee) WIN MCNAMEEPresiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee)


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mencalonkan diri untuk meraih kursi kepresidenan kedua kalinya pada pemilihan presiden 2020.

Secara resmi, Trump telah memilih manajer kampanyenya. Ahli strategi politik Brad Parscale akan memimpin sebuah tim yang melanjutkan kesuksesan Trump duduk di Gedung Putih.

Sky News pada Selasa (27/2/2018) melaporkan, persiapan Trump dalam mengikuti pilpres AS selanjutnya berjarak 980 hari sebelum hari pemilihan, lebih awal dibandingkan presiden periode sebelumnya.

Sebagai perbandingan, Barack Obama mengumumkan keikutsertaannya dalam pilpres untuk periode kedua pada 2012 dilakukan 582 hari sebelum pemungutan suara.

Keputusan Trump untuk mengikuti pilpres 2020 juga terjadi tepat 8 bulan sebelum pemilihan kongres pada November 2018.

Baca juga : Ketika Trump Beretorika Menjadi Pahlawan

Pemilihan tersebut menjadi penting karena akan menentukan apakah Partai Republik akan memegang kendali atas Kongres AS atau tidak.

Dilansir dari CNN, pencalonan diri Trump dalam pilpres tidaklah mengherankan. Setelah dilantik pada Januari 2017, pria berusia 71 tahun itu mengaku akan ikut dalam pilpres selanjutnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders pada Juni 2017 juga pernah mengatakan, Trump akan mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan umum 2020.

"Tentu saja, dia akan ikut pilpres lagi," katanya.

Parscale merupakan seorang konsultan digital berbasis di Texas dan teman sekaligus penasihat senior menantu Trump, Jared Kushner.

Baca juga : Bersitegang dengan Trump, Presiden Meksiko Batalkan Kunjungan ke AS

Dalam wawancara dengan CBS tahun lalu, Parscale menjelaskan mengenai pengembangan tim yang terdiri dari 100 orang untuk menciptakan 50.000 sampai 60.000 iklan di Facebook setiap hari.

Iklan tersebut dimaksudkan untuk menjangkau berbagai kalangan pendukung Trump sehingga memaksimalkan dukungan dan donasi secara online.

"Parscale merupakan ahli strategi pemasaran digital untuk Presiden Trump, yang pertama dnegan Organisasi Trump dan kemudian dengan kampanye presiden 2016 yang sukses," tulis situs Trump untuk menjelaskan profil Parscale.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN,Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X