Terpidana Mati Bebas dari Eksekusi Setelah Lupa Kejahatannya

Kompas.com - 27/02/2018, 19:17 WIB
Vernon Madison (67) dibebaskan dari hukuman mati setelah terbukti secara medis mengalami gangguan ingatan dan lupa akan tindak kejahatan yang dilakukannya pada 1985.ALABAMA DEPARTMENT OF CORRECTIONS/DAILY MIRROR Vernon Madison (67) dibebaskan dari hukuman mati setelah terbukti secara medis mengalami gangguan ingatan dan lupa akan tindak kejahatan yang dilakukannya pada 1985.

ALABAMA, KOMPAS.com - Seorang terpidana mati batal dieksekusi, setelah pengadilan tinggi AS memutuskan membebaskannya dari hukuman mati. Keputusan itu diambil setelah terpidana lupa atas tindak kejahatan yang dilakukannya.

Vernon Madison (67) asal Mobile, Alabama, telah terbukti bersalah dalam tindak pembunuhan terhadap seorang petugas polisi pada April 1985.

Dalam kejahatan lebih dari 30 tahun lalu itu, Madison menembak petugas polisi Julius Schulte pada bagian kepala sebanyak dua kali, yang menyebabkan kematian korban.

Namun bulan lalu, Madison dibebaskan pada detik-detik terakhir menjelang eksekusi, setelah pengacaranya menyakinkan pengadilan bahwa terpidana tidak dapat mengingat kejahatan yang dilakukannya akibat serangan stroke.

Baca juga: Sadar Setelah Hilang Ingatan 17 Tahun, Seorang Ayah Telepon Anaknya

Pada Senin (26/2/2018), Mahkamah Agung menyetujui keputusan bahwa eksekusi yang dilakukan kepada Madison akan melanggar Amandemen Kedelapan konstitusi AS, dalam hukuman yang kejam dan tak biasa.

Mahkamah Agung telah memberlakukan sejumlah batasan dalam pelaksanaan hukuman mati, di antaranya untuk orang dengan cacat intelektual dan juga yang mengalami gangguan kejiwaan.

Madison telah menghabiskan waktu di dalam penjara, menanti pelaksanaan hukuman mati, selama lebih dari 30 tahun. Selama dalam tahanan, dia sempat mengalami beberapa kali serangan stroke.

Akibat serangan stroke yang berturut-turut dalam beberapa tahun, Madison telah terbukti secara medis mengalami demensia atau kepikunan dan gangguan dalam ingatan. Demikian tertulis dalam dokumen pengadilan.

Selain itu, serangan stroke juga menyebabkan sejumlah gangguan fisik lainnya, seperti kehilangan penglihatan, tidak mampu berjalan sendiri, dan juga gangguan berbicara.

Pengacara Madison menambahkan bahwa terpidana tidak dapat mengingat tindak kejahatan yang telah dilakukannya ataupun memahami hukumannya.

Mereka mengklaim tubuh dan pikiran terpidana telah rusak dan karenanya dia pantas dihindarkan dari eksekusi.

Baca juga: Tentara Nigeria yang Bunuh Warga Sipil Dijatuhi Hukuman Mati

Catatan pengadilan menuliskan, Madison terbukti telah membunuh Schulte saat terjadi pertengkaran dengan kekasihnya, 33 tahun lalu.

Dia lantas menyelinap masuk ke dalam mobil patroli yang dikendarai Schulte, dan menembaknya pada bagian kepala sebanyak dua kali menggunakan pistol kaliber 32.

Madison kemudian dijatuhi hukuman mati pada 1994 setelah menjalani tiga kali persidangan.



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X