Kompas.com - 27/02/2018, 16:32 WIB
Prajurit Uni Soviet ketika berperang melawan Nazi Jerman dalam Pertempuran Stalingrad. Perang yang berlangsung sejak 23 Agustus 1942 itu kemudian dimenangkan Soviet pada 2 Februari 1943. TASSPrajurit Uni Soviet ketika berperang melawan Nazi Jerman dalam Pertempuran Stalingrad. Perang yang berlangsung sejak 23 Agustus 1942 itu kemudian dimenangkan Soviet pada 2 Februari 1943.
|

DENVER, KOMPAS.com - Sebuah pertanyaan yang mungkin sering terlintas di benak manusia adalah apakah umat manusia akan mengalami kembali perang dunia atau kedamaian abadi di masa depan?

Sebuah studi baru digelar untuk mengevaluasi dan mengkalkulasi kemungkinan pecahnya sebuah perang global yang baru.

Sudah 70 tahun berlalu dari konflik bersenjata besar yang terakhir. Meski banyak konflik di berbagai sudut dunia, tetapi selama beberapa dekade tak pernah muncul sebuah konflik yang berukuran global.

Para analis terbelah dalam menyimpulkan apakah kondisi ini berarti umat manusia sudah melampaui level tertentu dalam hal konflik atau sebenarnya kita sedang memasuki masa "jeda" sebelum konflik besar baru muncul.

Baca juga : Mencemaskan, Trump Berpotensi Picu Perang Dunia III

Untuk menjawab pertanyaan itu pakar komputer Aaron Clauset dari Universitas Colorado, AS menggelar studi untuk memastikan masalah ini.

Dia menggunakan berbagai data dari sejumlah data dari "Correlates War Project" untuk menciptakan sebuah pola, tren, dan kemungkinan pecahnya perang besar berikutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Correlates War Project adalah sebuah basis data yang mengumpulkan semua hal terkait perang mulai dari tanggal hingga jumlah korban sejak 1823.

Caluset menggunakan data tersebut untuk mendalami 95 konflik bersenjata antar-negara sejak 1823 hingga 2003.

Data yang digunakan tak termasuk perang saudara atau serangan teroris. Dan batasan 2003 membuat perang Irak termasuk konflik Suriah dan Yaman yang masuk katagori perang saudara tak ikut dipelajari.

Clauset memerhatikan kondisi dunia sebelum, selama, dan sesudah sebuah konflik senjata yang cukup signifikan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.