China Kembangkan Kereta Peluru Berkecepatan 400 Km/Jam

Kompas.com - 27/02/2018, 14:54 WIB
Kereta peluru Fuxing (kiri) beroperasi di jalur Beijing-Shanghai, di Nanjing, provinsi Jiangsu timur, China pada 21 September 2017. (AFP/STR) Kereta peluru Fuxing (kiri) beroperasi di jalur Beijing-Shanghai, di Nanjing, provinsi Jiangsu timur, China pada 21 September 2017. (AFP/STR)

BEIJING, KOMPAS.com - China terus berupaya menjadi negara yang memimpin perkembangan teknologi kereta cepat di dunia.

Saat ini, China sedang berinovasi mengembangkan kereta peluru berkecepatan 400 km/jam sebagai bagian dari pemenuhan sarana transportasi publik.

Xinhua pada Senin (26/2/2018) melaporkan, tak hanya sedang mendalami pengembangan kereta peluru dengan kecepatan 400 km/jam, China juga sedang melakukan penelitian untuk kereta cepat generasi selanjutnya.

Kereta yang dimaksud merupakan kereta magnet melayang dengan kecepatan maksimal hingga 600 km/jam.

"Kami sekarang fokus untuk mengubungkan sinyal TV di kereta sehingga penumpang bisa menikmati film di layar jendela," kata Ding Rongjun, akademisi dari akademi teknik mesin di China.

Baca juga : Kereta Peluru Ubah Tradisi Mudik Warga China Saat Imlek

Sistem dorongan magnet permanen juga sudah disematkan pada kereta dan sedang dalam proses peninjauan.

Selain itu, teknologi otomatisasi dan kemudi tanpa awak juga memungkinkan untuk diterapkan di masa depan.

Hingga kini, kereta peluru di China dapat meluncur dengan kecepatan 350 km/jam. Kereta peluru Fuxing tersebut mulai beroperasi melayani rute Beijing dan Shanghai pada 21 September 2017.

Kereta Fuxing merupakan pengembangan dari teknologi kereta peluru sebelumnya. Seluruh desain dan produksinya dihasilkan di China.

Kereta Fuxing juga memiliki ruangan lebih luas dengan energi yang efisien.

Baca juga : Kereta Peluru China Tercepat di Dunia, Bagaimana Jepang dan AS?

China Daily mewartakan, China telah memasang target investasi sebesar 112,5 miliar dollar AS atau Rp 1.530 triliun untuk pembangunan jalur kereta pada tahun ini.

Sebagian besar anggaran tersebut akan dikucurkan untuk membangun 4.000 km rel kereta baru, termasuk 3.500 km jalur kereta cepat tahun depan.

Pada 2020, China menargetkan 150.000 km jalur kereta dapat menjangkau seluruh kota utama dengan populasi lebih dari 200.000 penduduk.

Sementara, jalur kereta cepat juga akan ditingkatkan hingga 30.000 km selama dua tahun ke depan untuk menghubungkan lebih dari 80 persen kota utama di China.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X