Putin Perintahkan Jeda Serangan ke Ghouta Timur selama Lima Jam Setiap Hari

Kompas.com - 26/02/2018, 23:51 WIB
Asap terlihat pada bangunan setelah pemboman di desa Mesraba di daerah Ghouta yang dikepung pemberontak, di pinggiran ibu kota Damaskus, Suriah, Senin (19/2/2018). (AFP/Hamza Al Ajweh) Asap terlihat pada bangunan setelah pemboman di desa Mesraba di daerah Ghouta yang dikepung pemberontak, di pinggiran ibu kota Damaskus, Suriah, Senin (19/2/2018). (AFP/Hamza Al Ajweh)

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kepada pasukan di Suriah untuk menghentikan serangan udara ke kawasan gerilyawan di Ghouta Timur selama lima jam setiap harinya mulai Selasa (27/2/2018).

Putin menginstruksikan "jeda kemanusiaan" antara pukul 09.00 hingga 14.00 waktu setempat agar dapat dilakukan upaya bantuan kepada warga di sekitar lokasi.

Disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Senin (26/2/2018), hasil rapat kementerian memutuskan adanya jeda waktu serangan tersebut di wilayah Ghouta Timur.

Jeda waktu serangan juga akan dilakukan di wilayah perbatasan Al-Tanf Selatan dan Rukban, dekat perbatasan Yordania.

Baca juga: Sekjen PBB Desak Pelaksanaan Resolusi Gencatan Senjata di Suriah

"Jeda kemanusiaan dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban, memberikan waktu kepada warga sipil untuk kembali ke rumah mereka tanpa hambatan dan mulai membangun kembali kehidupan sipil mereka," kata Shoigu dilansir AFP.

Angkatan udara Rusia yang mendukung rezim Suriah, telah melancarkan serangan udara ke wilayah kantong pasukan gerilyawan di Ghouta Timur, selama sepekan terakhir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Rusia membantah serangan udara yang mereka lancarkan telah membunuh waga sipil. Moskwa menegaskan sasaran serangan oleh pasukan rezim adalah berkaitan dengan teroris.

Meski demikian, data dari Badan Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) menyebut ada lebih dari 500 warga sipil yang menjadi korban.

Media Suriah juga melaporkan serangan telah menghancurkan fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

Dewan Keamanan PBB juga telah secara bulan menyerukan adanya gencatan senjata penuh selama 30 hari di wilayah Ghouta Timur di Suriah.

Baca juga: Turki Desak Iran dan Rusia Bujuk Suriah Hentikan Bombardir di Ghouta



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X