Kompas.com - 26/02/2018, 21:51 WIB
Perempuan Arab Saudi saat mengunjungi pameran penerbangan di bandara Thumamah, pada 11 Januari 2018. AFP/FAYEZ NURELDINEPerempuan Arab Saudi saat mengunjungi pameran penerbangan di bandara Thumamah, pada 11 Januari 2018.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi kembali membuat perubahan berkenaan dengan larangan terhadap warga perempuan. Kali ini, pihak kerajaan Saudi telah mengizinkan kepada wanita untuk mendaftar dan bergabung dengan dinas militer.

Dilansir dari Middle East Monitor, mencabutan larangan itu menjadi yang kedua kalinya dilakukan pemerintah Saudi. Putusan mengizinkan perempuan untuk gabung dengan militer menjadi bagian dari program Visi 2030 yang tengah dicanangkan pemerintah.

Direktorat Jenderal Keamanan Publik Arab Saudi, dalam pernyataannya, menyampaikan, pendaftaran untuk calon anggota militer tersebut sudah dimulai dalam pekan ini melalui laman situs pemerintah.

Baca juga: Pertama Kali, Perempuan Saudi Tonton Pertandingan Bola di Stadion

Dilaporkan media pemerintah Saudi, SPA, ada 12 persyaratan yang wajib dipenuhi para perempuan calon pendaftar militer.

Di antaranya, merupakan warga negara Saudi yang dibesarkan di wilayah Saudi, atau yang di luar negeri karena ayah mereka yang bekerja atas tugas negara.

Kandidat juga wajib berusia antara 25-35 tahun dan lulus sekolah menengah atas. Selain itu juga harus memiliki tubuh proporsional dengan tinggi minimal 155 sentimeter. Juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon yang mendaftar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perempuan yang menikah dengan warga negara asing, yang memiliki catatan kriminal, dan yang sudah pernah bekerja kepada pemerintah dilarang untuk mendaftar.

Sejak diluncurkannya program Visi 2030 oleh pemerintah yang dijalankan putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, telah terjadi sejumlah perubahan di bidang sosial, budaya, politik maupun ekonomi.

Baca juga: Perempuan Arab Saudi Tak Harus Pakai Abaya

Sebagai bagian yang disebut sebagai visi reformis, pemerintah telah berulang kali menekankan tekad untuk memberikan hak-hak perempuan yang belum dapat dirasakan di pemerintah sebelumnya.

Pemerintah Saudi telah mencabut larangan bagi perempuan untuk menyetir kendaraan, memasuki stadion olahraga, dan membuka usaha tanpa persetujuan keluarga laki-laki.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.