Presiden Korsel Desak AS Berdialog dengan Korut

Kompas.com - 26/02/2018, 18:33 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae In (tengah), bersama penasihat sekaligus Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump (dua dari kanan), dan Jenderal Korea Utara Kim Yong Chol (atas, paling kanan), dalam pesta penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Minggu (25/2/2018). AFP/WANG ZhaoPresiden Korea Selatan Moon Jae In (tengah), bersama penasihat sekaligus Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump (dua dari kanan), dan Jenderal Korea Utara Kim Yong Chol (atas, paling kanan), dalam pesta penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Minggu (25/2/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In meminta Amerika Serikat ( AS) agar menggelar dialog dengan Korea Utara ( Korut).

Pernyataan tersebut diucapkan Moon ketika pasca-bertemu dengan jenderal Korut, Kim Yong Chol, saat pesta penutupan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang Minggu (25/2/2018).

Dilansir AFP Senin (26/2/2018), dalam pertemuan itu, Kim mengatakan bahwa Korut bersedia berdialog secara langsung dengan AS.

Dalam pandangan Moon, AS harus menurunkan tekanan terhadap Korut. Sebaliknya, negara komunis itu harus menunjukkan sikap bekerja sama terkait denuklirisasi.

Baca juga : Pakar Internasional: Dalam Hal Ini, Korut Dapat Medali Emas

"Sangat penting bahwa AS dan Korut harus duduk bersama dalam sebuah meja perundingan secepatnya," tegas Moon.

Namun, perkataan Wakil Ketua Komite Pusat Partai Buruh itu tidak dipercaya begitu saja oleh Washington.

Apalagi, seperti dilaporkan AFP, Kim dianggap menjadi dalang penenggelaman kapal perang Korsel, Cheonan, di Laut Kuning 26 Maret 2010.

Dalam serangan menggunakan torpedo, 46 kru Cheonan tewas. Kantor berita Korut, KCNA, membantah mereka bertanggung jawab dalam sebuah artikel.

Pemimpin oposisi Partai Kebebasan Korea, Hong Joon Pyo, menuduh Moon terlalu lunak terhadap Kim.

"Kim Yong Chol adalah seorang pembunuh! Tidak ada yang lain!" kecam Hong dalam protes bersama ratusan anggota dewan dari kalangan konservatif lainnya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Gedung Putih mengatakan bakal mempertimbangkan ucapan Kim jika Korut sungguh-sungguh melakukan denuklirisasi.

"Sampai hal itu terjadi (denuklirisasi), AS tidak akan berhenti mengendurkan tekanan kepada mereka," ujar Gedung Putih.

Baca juga : Kim Jong Un Undang Presiden Korsel ke Korut



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X