Kompas.com - 26/02/2018, 13:16 WIB
Messerschmitt Me-262 adalah jet tempur pertama di dunia yang pernah memperkuat AU Jerman dalam Perang Dunia II. Salah satu pesawat ini dipamerkan di Museum Angkatan Udara Inggris di London. Kompas.com/Ervan HardokoMesserschmitt Me-262 adalah jet tempur pertama di dunia yang pernah memperkuat AU Jerman dalam Perang Dunia II. Salah satu pesawat ini dipamerkan di Museum Angkatan Udara Inggris di London.
|

KOMPAS.com - Pada 26 Februari 1935, pemimpin Nazi Adolf Hitler menandatangani dekrit rahasia untuk membangun kembali AU Jerman atau Luftwaffe.

Dalam dekrit yang sama, Hitler menunjuk Hermann Goering, pahlawan Perang Dunia I sebagai komandan angkatan udara yang baru dibentuk kembali itu.

Salah satu poin dalam Perjanjian Versailles yang mengakhiri Perang Dunia I adalah melarang Jerman membentuk kembali angkatan udara.

Namun, pada 1926 organisasi penerbangan sipil Jerman Lufthansa dibentuk dan memberi pelatihan pada para pemuda yang kelak menjadi pilot-pilot AU Jerman.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Adolf Hitler Bunuh Diri

Setelah berkuasa pada 1933, Hitler diam-diam mulai membentuk angkatan udara dan menunjuk Goering sebagai menteri angkatan udara.

Dalam Perang Dunia I, Goering menjadi komandan skuadron tempat salah satu pahlawan perang Jerman, Manfred von Richthofen alias Red Baron bertugas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Februari 1935, secara resmi Hitler membentuk Luftwaffe sebagai sebuah langkah besar untuk mempersenjatai kembali Jerman.

Pembentukan Luftwaffe ini amat hati-hati dan disamarkan sehingga tak memunculkan kecurigaan negara-negara musuh Jerman.

Saat itu, belum diketahui komposisi dan ukuran unit-unit Luftwaffe. Namun, saat Inggris mengumumkan sedang memperkuat angkatan udaranya (RAF), Hitler juga mengungkapkan hal serupa.

Saat langkah Jerman mempersenjatai diri mencapai titik yang mengkhawatirkan, Inggris dan Perancis mengajukan protes tetapi Jerman mengabaikannya dan terus memproduksi alat perang.

AU Jerman juga tumbuh amat cepat dan negeri itu mampu memproduksi pesawat tempur Me-109 yang jauh lebih canggih dibanding pesawat tempur buatan Inggris, Perancis atau Rusia.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: AU Jerman Bombardir Kota Kecil Guernica

Kemampuan tempur Me-109 diuji dalam Perang Saudara Spanyol. Saat itu, pilot-pilot Jerman mencoba sebuah formasi serangan udara baru dengan sasaran kota kecil Guernica.

Serangan udara Jerman yang dilakukan pada April 1937 itu amat brutal dan menewaskan lebih dari 1.000 orang warga kota.

Pesawat pengebom tukik Junker Ju-87 atau dikenal dengan nama Stuka merupakan salah satu mesin perang Jerman yang amat ditakuti di masa Perang Dunia II.Bundesarchiv/Wikipedia Pesawat pengebom tukik Junker Ju-87 atau dikenal dengan nama Stuka merupakan salah satu mesin perang Jerman yang amat ditakuti di masa Perang Dunia II.
Hitler merancang Luftwaffe untuk menjadi bagian penting dari strategi Blitzkrieg atau perang kilat yang dikembangkan Jenderal Heinz Guderian.

Taktik ini m enggunakan divisi panser yang menusuk masuk ke dalam wilayah musuh dan di saat yang sama pesawat-pesawat pengebom tukik akan menghancurkan jaringan logistik dan komunikasi musuh sehingga menimbulkan kepanikan.

Saat Perang Dunia II pecah pada 1939, Luftwaffe sudah memiliki 1.000 unit pesawat tempur dan 1.050 pesawat pengebom.

Polandia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Perancis semua jatuh dengan cepat akibat taktik blitzkrieg itu.

Baca juga : Kisah di Balik Model Kumis Sikat Gigi Adolf Hitler

Setelah Perancis menyerah, Jerman mengarahkan pasukan udaranya ke Inggris dengan harapan bisa menghancurkan persiapan RAF untuk mempermudan invasi ke Inggris.

Sejarah berkata lain. Dalam pertempuran yang kemudian dikenal dengan "The Battle of Britain", AU Inggris meski kalah jumlah sukses mengalahkan Luftwaffe.

Andalan Inggris saat itu adalah teknologi radar yang canggih di masanya dan pesawat terbaru yaitu Spitfire yang amat lincah sehingga bisa mengatasi pesawat-pesawat Jerman.

Jerman mengalami kerugian cukup besar, sebab setiap satu Spitfire yang bisa ditembak jatuh, Jerman juga kehilangan dua pesawatnya.

Kerepotan menghadapi kegigihan Inggris, Hitler mengubah strategi. Dia kemudian membatalkan rencana invasi dan menhujani London dengan bom dengan harapan pemerintah Inggris akan menyerah.

Sayangnya, rencana ini tak berhasil, karena Luftwaffe kekurangan pesawat pengebom jarak jauh. Dan pada awal 1941, "Battle of Britain" berakhir dengan kekalahan Jerman.

Inggris sudah memberi kekalahan pertama bagi Luftwaffe dan pada akhir 1941, Hitler memerintahkan invasi ke Uni Soviet, yang berakhir bencana bagi militer Jerman.

Baca juga : Surat yang Menipu Hitler soal Pendaratan Normandia Dilelang

Di saat Hitler bersikukuh untuk menaklukkan Rusia yang gigih melawan, kekuatan Luftwaffe terus tergerus dan akhirnya kehilangan kendali atas Eropa, apalagi serangan udara Inggris dan AS semakin meningkat.

Saat Sekutu menggelar invasi ke Pantai Normandia, Perancis pada Juni 1944, Luftwaffe tinggal memiliki sisa-sisa kekuatan yang tak mampu membendung invasi besar-besaran sekutu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.