Kompas.com - 24/02/2018, 19:46 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com - Dua buah bom mobil meledak di ibu kota Somalia, Jumat (23/2/2018). Akibat serangan yang menargetkan istana kepresidenan dan juga hotel tersebut, 38 orang meninggal dunia.

"Kami sudah melihat setidaknya 38 orang tewas," kata Abdukadir Abdurahman Aden dari layanan ambulans utama kota, Aamin Ambulance, kepada AFP, Sabtu (24/2/2018).

Dilaporkan polisi, ledakan bom mobil pertama terjadi di pos pemeriksaan keamanan yang berada dekat di Villa Somalia, sebutan untuk jajaran pejabat di pemerintahan. Ledakan pertama sempat diikuti dengan tembakan.

Usai ledakan pertama di kawasan gedung pemerintahan, bom mobil kedua kembali meledak di dekat sebuah hotel.

Baca juga: Serangan Dua Bom Mobil di Libya Tewaskan 33 Orang

Kedua teror bom mobil yang memecah hari-hari tenang di Mogadishu kemarin diklaim dilakukan oleh kelompok militan Shabaab melalui pernyataan yang mereka rilis di dunia maya.

Dalam pernyataan mereka, target serangan tersebut adalah pemerintah dan aparat keamanan.

Menurut pernyatan pejabat pemerintah, serangan utama yang dilancarkan kelompok milisi tersebut menggunakan kendaraan yang telah dipasangi bahan peledak.

Bom awalnya akan diledakkan ketika kendaraan telah melewati pos pemeriksaan yang menuju ke istana kepresidenan. Namun petugas keamanan berhasil menggagalkan rencana tersebut.

"Pasukan keamanan berhasil menggagalkan niat teroris. Mereka bertujuan menyerang sasaran utama, namun tidak berhasil mendekat. Lima pelaku ditembak mati oleh petugas," kata salah satu petugas keamanan, Abdulahi Ahmed.

Kelompok militan Shabaab telah berupaya menggulingkan pemerintahan Somalia selama bertahun-tahun. Mereka kerap melancarkan serangan yang menewaskan ratusan orang.

Baca juga: Bom Mobil Meledak di Bank di Afganistan Selatan, Sudah 20 Orang Tewas

Salah satunya pada Oktober lalu, di mana terjadi pemboman yang menewaskan lebih dari 500 orang warga Somalia.

Serangan tersebut membuat pemerintah Somalia mengumumkan perlawanan baru terhadap kelompok tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.