Kompas.com - 24/02/2018, 11:49 WIB

SITTWE, KOMPAS.com - Tiga ledakan bom mengguncang ibu kota negara bagian Rakhine, Myanmar, Sabtu (24/2/2018) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi di tiga lokasi berbeda itu.

Dilaporkan kepolisian Myanmar, ledakan bom di Sittwe terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari. Salah satunya terjadi di rumah seorang pejabat tinggi. Teror bom jarag terjadi di ibu kota negara bagian maupun di Myanmar.

"Tiga buah bom meledak dan tiga lainnya ditemukan sebelum meledak. Seorang petugas polisi terluka namun tidak serius," kata pejabat senior Myanmar yang tak ingin disebut namanya, kepada AFP.

Baca juga: Teror Bom di Bank Myanmar, Dua Orang Tewas dan 11 Luka

Satu ledakan terjadi di kediaman sekretaris pemerintahan negara bagian, sementara dua bom lainnya meledak di depan sebuah kantor di kota dan di jalan menuju pantai.

Belum ada laporan terkait kerugian yang ditimbulkan ketiga ledakan bom tersebut.

"Polisi sudah menutup jalan tempat terjadinya ledakan," kata salah seorang warga lokal, Zaw Zaw saat dihubungi AFP.

Ibu kota Sittwe pernah menjadi rumah bagi kaum etnis Rohingya yang cukup besar. Namun kemudian mereka terpaksa meninggalkan kediaman mereka akibat tragedi kekerasan komunal yang terjadi pada 2012 silam.

Saat ini komunitas muslim Rohingya di kota itu jauh berkurang, sementara lebih dari 100.000 lainnya tinggal di kamp pemindahan kumuh di luar ibu kota.

Tiga ledakan bom tersebut menjadi kekerasan terbaru yang menimpa Rakhine.

Bulan lalu, sempat terjadi konflik yang menyebabkan tujuh orang tewas dan belasan lainnya luka-luka, saat polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan etnis Rakhine yang mencoba merebut kantor pemerintahan di kota Mrauk U.

Baca juga: Gerebek Laboratorium, Pasukan Militer Myanmar Sita Narkoba Rp 94 M

Kekerasan tersebut mendorong sebuah kelompok etnis di Rakhine yang berjanji akan melakukan pembalasan atas kematian ketujuh orang dalam aksi protes tersebut.

Dua pekan kemudian, petugas administrasi kota ditemukan tewas terbunuh di pinggir jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.