Kompas.com - 23/02/2018, 18:55 WIB

Rusia mulai terlibat dalam perang pada 2015, ketika pasukan yang setia pada presiden Bashar al-Assad menderita kekalahan saat menghadapi pemberontak.

Baca juga: Rusia Sebut Puluhan Warganya Jadi Korban Serangan di Suriah

Sejak "bergabungnya" Rusia dalam peperangan, rezim telah berhasil menekan pasukan pemberontak ke daerah kantong oposisi, namun juga menimbulkan banyak korban jiwa dari rakyat sipil.

Dalam serangan oleh rezim Suriah ke wilayah timur Ghouta dalam lima hari menimbulkan korban tewas dari warga sipil hingga 400 jiwa.

Rusia menolak tuduhan terlibat dalam pembantaian tersebut, meski pesawat tempur mereka kerap terlihat terbang di atas wilayah oposisi yang terkepung selama pemboman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.