Kompas.com - 23/02/2018, 11:25 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan curahan hati dari orangtua, murid, dan guru mengenai kekerasan senjata di sekolah, di Gedung Putih, Rabu (21/2/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan curahan hati dari orangtua, murid, dan guru mengenai kekerasan senjata di sekolah, di Gedung Putih, Rabu (21/2/2018). (AFP/Mandel Ngan)

Baik itu pernah mengambil pelatihan menembak maupun bergabung dengan kesatuan tentara ataupun polisi.

"Saya tidak pernah berkata, 'Berikan semua guru senjata.' Peredaran senjata yang bebas di sekolah bakal menjadi magnet bagi orang jahat," kata Trump.


Selain itu, dia juga menaikkan batas usia warga bisa membeli senjata. Jika sebelumnya 18 tahun, seseorang bisa mendapatkan secara legal jika mencapai umur 21 tahun.

Baca juga: Trump: Mempersenjatai Guru Dapat Mencegah Penembakan di Sekolah

Trump menjelaskan, dia yakin NRA hanya berusaha berbuat baik dalam usaha mencegah lebih banyak korban tewas karena ditembak.

"Mereka (NRA) adalah orang-orang hebat. Mereka cinta Amerika, sangat patriot, dan saya dekat dengan mereka," beber Trump.

Namun, diwartakan AFP, langkah itu dilakukan Trump karena NRA diduga menjadi kelompok yang telah membiayai kampanyenya.

Terdapat 700.000 guru yang mempunyai keterampilan menggunakan senjata. Sebuah kesempatan bisnis yang menggiurkan bagi pabrikan senjata.

Sebelumnya, Cruz melakukan penembakan ke SMA Marjory yang notabene merupakan bekas sekolahnya menggunakan senapan serbu AR-15.

Akibatnya, 17 orang tewas dan 15 orang terluka. Cruz ditangkap polisi setelah dia mengunjungi Walmart dan McDonald's.

Di mata pasangan Snead, keluarga yang menampung Cruz, anak itu dikenal sebagai anak yang penurut meski mempunyai kebiasaan aneh.

Antara lain, Cruz dikatakan menaburkan kue cokelat di roti lapis yang berisi dengan daging dan keju.

Kelompok supremasi kulit putih, Republik Florida (RoF), mengaku bahwa Cruz pernah menerima pelatihan paramiliter di Tallahassee.

Insiden itu menjadi penembakan massal di sekolah terbesar kedua setelah SD Sandy Hook di Newton pada 2012 yang menewaskan 20 anak berusia enam tahun.

Baca juga: Hadapi Korban Penembakan Florida, Trump Gunakan Kertas Contekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.