Jelang Pemilu Presiden, Tokoh Oposisi Rusia Kembali Ditahan

Kompas.com - 22/02/2018, 22:33 WIB
Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, berkeliling di jalanan Moskwa, Rusia, Senin (25/12/2017), setelah Komisi Pemilu Rusia menolak pencalonan dirinya untuk Pemilu Presiden Rusia pada 2018 menghadapi Presiden Vladimir Putin. Atas penolakan ini, dia menyerukan pemboikotan pemilu. AFP/DMITRY SEREBRYAKOVPemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, berkeliling di jalanan Moskwa, Rusia, Senin (25/12/2017), setelah Komisi Pemilu Rusia menolak pencalonan dirinya untuk Pemilu Presiden Rusia pada 2018 menghadapi Presiden Vladimir Putin. Atas penolakan ini, dia menyerukan pemboikotan pemilu.

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny kembali ditahan kepolisian Rusia, Kamis (22/2/2018). Dia ditahan dengan tuduhan telah merencanakan aksi demontrasi ilegal, meski kemudian segera dilepas.

Navalny yang gagal melangkah sebagai calon presiden dalam Pemilu Rusia tahun ini, menuliskan di akun media sosial Twitter, dirinya tiba-tiba didatangi petugas polisi saat keluar dari tempat dokter gigi.

"Saya keluar dari tempat dokter gigi dan apa Anda tahu, anggota resimen operasi kedua (polisi). Mereka berkata 'Anda ditahan'," tulis Navalny dikutip AFP.

Baca juga: Polisi Geledah 11 Kantor Kampanye Pemimpin Oposisi Rusia

Navalny kemudian kembali menuliskan tengah dibawa ke sebuah kantor polisi dan didakwa melanggar dengan pelanggaran aturan secara berulang kali telah merencanakan protes. Meski sempat ditahan, Navalny kembali dilepaskan.

"Saya sudah kembali dibebaskan sambil menunggu persidangan. Saya tidak tahu kapan persidangan akan digelar," tulis Navalny di Twitter.

Bulan lalu, Navalny juga sempat ditahan saat mengikuti aksi di Moskwa. Seperti penahanan kali ini, dia segera dibebaskan pada hari yang sama tanpa menghadapi persidangan.

Dia menduga penundaan persidangan dilakukan Kremlin sebagai upaya memastikan dirinya berada di dalam penjara saat dilakukannya pemilihan, yang dia sarankan untuk diboikot.

Pada saat yang hampir bersamaan, ketua kampanye Navalny, Leonid Volkov, juga mengalami penahanan sementara saat berada di bandara di Moskwa.

Volkov pun lantas menulis di akun Twitter-nya soal penahanan dirinya oleh polisi saat dia sedang berada di bandara Sheremetyevo untuk terbang ke kota lain. Tidak dijelaskan alasan penahanannya.

Rusia akan menggelar Pemilu Presiden untuk masa jabatan 2018-2024 pada 18 Maret mendatang.

Sebagai pemimpin oposisi yang gencar mengkritik pemerintah, Alexei Navalny sempat disebut bakal menjadi lawan kuat calon petahana, Vladimir Putin.

Baca juga: Serukan Boikot Pemilu, Pemimpin Oposisi Rusia Ditahan

Namun komite pemilu pusat Rusia melarangnya ikut lantaran dituduh tersangkut dalam kasus kriminal, yang disebut Navalny berlatar belakang politis.

Meski tak menjadi salah satu calon, Navalny masih gencar menyerukan aksi boikot kepada para pendukungnya, hal yang berulang kali dilarang Kremlin.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X