Kompas.com - 22/02/2018, 21:17 WIB
Sebelum melarang total penggunaannya, pemerintah Taiwan akan mulai melakukan pembatasan sedotan di restoran pada 2025. AFPSebelum melarang total penggunaannya, pemerintah Taiwan akan mulai melakukan pembatasan sedotan di restoran pada 2025.

TAIPEI, KOMPAS.com - Pemerintah Taiwan kini sedang mempertimbangkan untuk menerbitkan larangan penggunaan barang plastik sekali pakai, termasuk sedotan, gelas, dan tas belanja, pada 2030.

Sebelum mengeluarkan larangan total, mulai tahun depan akan dicobakan untuk dilakukan pembatasan penggunaan barang plastik sekali pakai tersebut di restoran dan warung.

Dilansir dari AFP, langkah larangan tersebut sebagai upaya Taiwan untuk mengurangi limbah dan polusi, setelah sebelumnya memperkenalkan program daur ulang dan tas belanja berbayar.

Baca juga: China Larang Impor Sampah Plastik, Inggris Kelabakan

Kampanye ramah lingkungan di Taiwan juga telah diperluas hingga membatasi penggunaan dupa di kuil serta perayaan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Bila terlaksana, maka rencana ini akan memaksa pemilik usaha restoran untuk berhenti menyediakan sedotan plastik dan mencari alternatif penggantinya.

Seusai peta perencanaan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Taiwan, masyarakat atau konsumen restoran juga diharuskan membayar untuk mendapatkan sedotan, tas plastik dan peralatan makan berbahan plastik lain pada 2025.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami ingin dapat menerapkan larangan penuh untuk barang plastik sekali pakai pada 2030."

"Harapan kami, dengan larangan tersebut akan dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari laut dan juga masuk ke rantai makanan yang akhirnya juga akan mempengaruhi kesehatan manusia," kata Pejabat EPA Lai Ying-ying.

Ditambahkan Lai, berdasar data yang dimiliki EPA, masyarakat Taiwan rata-rata menggunakan hingga 700 kantung plastik setiap tahun.

Diharapkan jumlah tersebut akan berkurang hingga 100 kantung per tahun per orang pada 2025, dan akhirya akan benar-benar menjadi nol kantung plastik pada 2030.

Baca juga: Relawan Kumpulkan 12.000 Ton Sampah Plastik dari Pantai India



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.