Mengungkap Keberadaan Tentara Bayaran Rusia di Suriah

Kompas.com - 22/02/2018, 19:06 WIB
Yevgeny Alikov pernah ikut bertempur di Ukraina sebelum berangkat ke Suriah. BBC IndonesiaYevgeny Alikov pernah ikut bertempur di Ukraina sebelum berangkat ke Suriah.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kematian sejumlah petempur asal Rusia di Suriah pada 7 Februari lalu mengungkap adanya aksi kelompok tentara bayaran di negara Timur Tengah tersebut.

Beberapa laporan menyebutkan lebih dari 100 warga Rusia tewas dalam satu pertempuran, namun secara resmi dinyatakan hanya "puluhan" warga Rusia tewas atau cedera.

BBC Rusia menyelidiki lika liku tentara bayaran Rusia yang bertempur di Suriah.

Pada September lalu, Nina Atyusheva menerima sebuah panggilan telepon yang mengabarkan bahwa putranya, Yevgeny Alikov, tewas di Suriah.


Baca juga : Pangkalan Militer Rusia di Suriah Jadi Sasaran Serangan Drone

Sepekan kemudian, seorang pria tiba di rumah Nina yang terletak di kota kecil Severoonezhsk.

Dia sengaja berkendara sejauh 2.100 kilometer ke kota di wilayah utara Rusia itu demi membawa peti mati jenazah Yevgeny yang oleh Nina disebut "bocah cilik".

Bersama peti mati, pria itu juga membawa uang jaminan kematian sebanyak 5 juta rubel (Rp 1,2 miliar). Tumpukan uang dalam pecahan 5.000 rubel itu dia letakkan di meja dapur.

BBC Rusia berupaya menghubungi pria tersebut. Namun pria yang menjawab telepon mengaku bukan orang yang dicara dan tidak tahu-menahu tentara bayaran Rusia di Suriah.

Tidak banyak yang terjadi di kota Severoonezhsk, kawasan Arkhangelsk, bagian utara Rusia itu.

Kota itu begitu terpencil dan satu-satunya penanda yang menonjol adalah blok apartemen lima lantai di bantaran Sungai Onega.

Yevgeny menimba ilmu di St Petersburg dan setelah menikah dia pindah ke Moskwa untuk hidup bersama istri dan ketiga anaknya.

Nina mengatakan, antara 2014 dan sebelum pergi ke Suriah, Yevgeny pergi beberapa kali ke wilayah timur Ukraina untuk bertempur bersama kelompok separatis pro-Rusia di Luhansk.

Baca juga : Militer Rusia Siaga dari Kemungkinan Kembalinya Anggota ISIS

Dari Ukraina, Yevgeny menjalani pelatihan selama sebulan di Rostov-on-Don sebelum dikirim ke Suriah.

Jejak ini cocok dengan laporan sejumlah media mengenai keberadaan sejumlah anggota Perusahaan Militer Swasta (PMC) yang berlatih di kawasan Krasnodar dan dikirim ke Suriah menggunakan pesawat militer dari Rostov.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X