Hadapi Korban Penembakan Florida, Trump Gunakan "Kertas Contekan"

Kompas.com - 22/02/2018, 12:35 WIB
Kertas contekan yang dipegang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sesi pertemuan dengan korban penembakan massal di Gedung Putih Rabu (21/2/2018).Sky News Kertas contekan yang dipegang Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sesi pertemuan dengan korban penembakan massal di Gedung Putih Rabu (21/2/2018).

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump panen kecaman dari netizen saat menggelar pertemuan dengan korban penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas Florida.

Dalam sesi curahan hati Rabu (21/2/2018), Trump tampak memegang kertas yang diberikan oleh Gedung Putih.

Dilansir Sky News Kamis (22/2/2018), kertas itu bertulisan "contekan" kalimat-kalimat apa saja yang harus diucapkan Trump kepada para korban.

Dalam kertas itu, terdapat beberapa tulisan seperti "Pengalaman apa yang paling ingin Anda bagikan kepada saya?" atau "Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat Anda nyaman?"

Selain itu, terdapat juga kalimat "I hear you (saya mendengar keluhan Anda)" yang terdapat di bagian paling bawah.

Baca juga : Ketika Trump Mendengarkan Curhat Orangtua Korban Penembakan di Sekolah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima sejumlah murid, guru, dan penyintas penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas di Gedung Putih, Rabu (21/2/2018). (AFP via BBC) Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima sejumlah murid, guru, dan penyintas penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas di Gedung Putih, Rabu (21/2/2018). (AFP via BBC)

Netizen pun menuduh pemimpin 71 tahun tersebut hanya berpura-pura untuk menunjukkan simpatinya kepada korban.

Kecaman itu antara lain datang dari penasihat bidang politik Hillary Clinton, Adam Parkhomenko.

"Trump membawa catatan Gedung Putih dalam sesi curahan hati dengan korban. Kalimat terakhir 'saya mendengar keluhan Anda'," kata Parkhomenko.

Beberapa warganet juga menunjukkan kekecewaan mereka di akun Twitter. Salah satunya akun bernama Cveronica.

Cveronica mengkritisi Trump yang sampai harus membawa catatan hanya untuk menunjukkan kalau dia mendengarkan segala ketakutan mereka.

"Orang macam apa yang butuh catatan untuk bersimpati kepada murid yang diberondong tembakan oleh maniak?" ujar Cveronica.

Warga Michigan bernama Demeralda menyayangkan orang yang menjadi pengarah presiden ke-45 dalam sejarah AS tersebut.

Adapun netizen lainnya, Scott Brook, menulis dengan nyinyir. "Bahkan seorang 'jenius stabil' butuh pengingat untuk kalimat panjang," ujarnya.

Sebelumnya, orangtua dan murid duduk di sekitar Trump. Dengan derai air mata, mereka mengungkapkan kesedihan dan amarah sekaligus meminta sang presiden berbuat lebih banyak memastikan keamanan sekolah.

Trump memberikan solusi dengan mempersenjatai pejabat sekolah dan guru, tetapi mendapat pertentangan dari peserta pertemuan itu.

"Guru sekolah memiliki lebih dari cukup terhadap tanggung jawab saat ini daripada tanggung jawab untuk menghilangkan nyawa seseorang," kata Mark Barden, salah seorang orangtua murid.

Baca juga : Trump: Mempersenjatai Guru Dapat Mencegah Penembakan di Sekolah

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X