Pasukan Turki Tembaki Milisi Suriah yang Coba Bantu Kurdi

Kompas.com - 21/02/2018, 19:13 WIB
Pasukan milisi YPG Kurdi menyambut pasukan pro-pemerintah Suriah yang akan membantu mereka menghadapi pasukan Turki. George OURFALIAN / AFP Pasukan milisi YPG Kurdi menyambut pasukan pro-pemerintah Suriah yang akan membantu mereka menghadapi pasukan Turki.
|

ANKARA, KOMPAS.com - Pasukan Turki menembaki pasukan pro-pemerintah Suriah yang mencoba membantu milisi Kurdi untuk membendung invasi Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut, iring-iringan pasukan pro-Assad itu sebagai rombongan teroris yang bertindak sendiri.

Erdogan menambahkan, tembakan artileri pasukan Turki berhasil memaksa konvoi militer itu berbalik arah.

"Sayangnya, organisasi teror ini mengambil langkah yang salah dengan keputusan yang mereka ambil. Tak mungkin kami membiarkan mereka. Dan mereka akan membayar dengan mahal," ujar Erdogan.

Baca juga : AS Desak Turki Kembali Fokus Perangi ISIS, Bukan Milisi Kurdi

Sebelumnya televisi Suriah menayangkan iring-iringan tentara melintasi pos pemeriksaan dengan lambang milisi Kurdi.

Saat melintasi pos pemeriksaan itu untuk menuju Afrin, sebagian anggota rombongan meneriakkan slogan "satu Suriah, satu Suriah".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Invasi militer Ankara ke wilayah utara Suriah ini sudah berlangsung sebulan dan ditujukan untuk menghancurkan milisi Kurdi YPG.

Pemerintah Ankara melihat YPG sebagai potensi ancaman dari seberang perbatasan terhadap keamanan dalam negeri Turki.

Milisi YPG menyambut kedatangan pasukan pro-pemerintah Suriah, yang termasuk di dalamnya milisi-milisi pro-Assad tetapi bukan anggota militer Suriah.

YPG mengatakan, pasukan tersebut kini sudah dikerahkan ke garis depan yang berhadapan dengan perbatasan Turki.

Namun, YPG tidak menyebutkan kesepakatan yang dicapai para petinggi Kurdi dengan Presiden Assad pada Minggu (18/2/2018) untuk mengirimkan AD Suriah ke kota Afrin.

Baca juga : Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.