Kompas.com - 21/02/2018, 17:09 WIB

PARKLAND, KOMPAS.com - Seorang perempuan yang menampung Nikolas Cruz, pelaku penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas Florida, dilaporkan mengajukan permintaan ke pengadilan.

Roxanne Deschamps menampung Cruz dan adiknya Zachary Cruz setelah ibu mereka, Lynda Cruz, meninggal pada 1 November 2017.

Namun, setelah beberapa lama tinggal, Deschamps mengusir keluar Cruz dari rumahnya di kawasan Lantana.

Seorang kerabat Deschamps yang menolak dipublikasikan bercerita, Cruz diusir setelah Deschamps melihat dia membawa senjata.

"Namun, sebelum diusir, Deschamps sempat menyita uang 2.900 dolar AS, sekitar Rp 39,4 juta, dari Cruz," ujar kerabat tersebut.

Baca juga : Pasca-penembakan Massal, Florida Perketat Usia Kepemilikan Senjata

Dilaporkan New York Post Selasa (20/2/2018), Deschamps mengajukan permintaan agar diberi kuasa sebagai ahli waris Lynda Cruz.

Permintaan itu dia layangkan sehari setelah Cruz menyerang SMA Marjory, dan menewaskan 17 orang (14/2/2018).

Seharusnya, Zachary yang lebih berhak menerima warisan. Namun Jumat (16/2/2018), dia dibawa oleh otoritas keamanan Florida.

Remaja yang bakal berusia 18 tahun pekan ini tersebut dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa karena diduga mempunyai gangguan mental.

Jika permintaan itu dikabulkan, Deschamps bakal menjadi pengelola warisan yang ditinggalkan Lynda yang tidak disebutkan jumlahnya.

Namun, Kimberley Snead berujar, Cruz sempat bercerita kalau dia mewarisi harta senilai 800.000 dolar AS, sekitar Rp 10,8 miliar.

Harta tersebut bakal Cruz dapatkan ketika dia telah berusia 22 tahun. "Nik percaya Deschamps berusaha mengambil warisannya," ujar Snead.

Adapun Snead dan suaminya, James Snead, adalah pasangan yang mengampung Cruz pasca-diusir oleh Deschamps.

Baca juga : Trump Larang Penggunaan Peranti Senjata Api Bump Stock

Robert Wolf, pengacara spesialis warisan di Florida berkata, Cruz tetap berhak atas bagiannya meski dia nanti dinyatakan bersalah.

"Namun, berapapun yang didapatkannya nanti, bocah itu harus memberikannya ke negara bagian," kata Wolf.

Sebelumnya, Cruz yang berusia 19 tahun, menggunakan senapan serbu tipe AR-15 dalam menjalankan aksinya.

Selain 17 korban tewas, 15 orang lainnya luka-luka. Dalam persidangan perdana sehari setelah kejadian (15/2/2018), dia menerima 17 dakwaan pembunuhan terencana.

Cruz terancam mendapat vonis hukuman mati. Namun, kuasa hukumnya berkata remaja 19 tahun itu bakal mengaku bersalah jika jaksa penuntut tidak memasukkan tuntutan vonis mati.

Jika mengaku bersalah, maka sanksi yang bakal diberikan kepada Cruz adalah vonis penjara seumur hidup.

Baca juga : Ketika Tweet Trump Pancing Amarah Korban Penembakan Massal Florida

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.