Kompas.com - 21/02/2018, 08:00 WIB


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah larangan peranti senjata api bernama bump stock, yang mengubah kemampuan senapan semi-otomatis menjadi seperti senapan otomatis.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengajukan aturan yang menjadikan pembelian dan penjualan bump stock ilegal.

Dia juga akan membahas terkait keamanan sekolah pada pekan ini, mengingat pada pekan lalu, seorang remaja berusia 19 tahun menembak mati 17 orang di sebuah SMA di Florida.

Insiden penembakan massal di sekolah ini memicu unjuk rasa menuntut pengetatan hak membawa senjata api.

"Kami harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kita," ujar Trump, Selasa (20/2/2018).

Bump stock merupakan piranti senjata api yang dapat meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.

Baca juga : Trump Dukung Revisi Aturan Pembelian Senjata

Alih-alih menekan pelatuk setiap kali hendak menembak, seorang pengguna senapan semi-otomatis yang memasang bump stock cukup menahan pemicu dengan jarinya sehingga peluru menyembur secara kontinyu seperti layaknya senapan otomatis.

Harga bump stock berkisar 100 dollar AS atau Rp1,3 juta, dan bisa dibeli tanpa melalui pemeriksaan latar belakang.

Piranti ini digunakan oleh pria pelaku penembakan di Las Vegas, pada Oktober 2017, yang menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 orang.

Hasil analisa audio menunjukkan, senjata milik pelaku bernama Stephen Paddock, mampu memuntahkan 90 peluru dalam 10 detik dari kamarnya di Mandalay Bay Resort and Casino.

Sejumlah pakar menilai Paddock, yang bunuh diri seusai melakukan serangan. Insiden penembakan diyakini tidak aakan bisa menimbulkan korban sedemikian banyak tanpa penggunaan bump stock.

Pembatasan usia

Gedung Putih mengindikasikan terbuka pada gagasan pembatasan usia bagi pembelian senapan serbu tipe AR-15, sebagaimana yang digunakan dalam penembakan di Florida.

"Saya pikir itu jelas suatu bahan untuk kami bahas dan kami berharap mencapai hasilnya dalam dua pekan mendatang," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Baca juga : Ketika Tweet Trump Pancing Amarah Korban Penembakan Massal Florida

Pada akhir pekan lalu, Trump mendukung rancangan undang-undang bipartisan yang disusun untuk memperbaiki langkah pemeriksaan sebelum seseorang bisa membeli senjata api.

RUU itu dimaksudkan untuk menambal celah pada sistem pemeriksaan latar belakang kriminal FBI yang digunakan memproses 25 juta pengajuan hak memiliki senjata tahun lalu.

Beragam celah pada sistem itu terungkap, setelah insiden penembakan di sebuah gereja di Texas tahun lalu dan penembakan di Florida, pekan lalu.

Pada penembakan di Florida, pelakunya diduga punya latar belakang gangguan mental dan perilaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.