Turki Pertimbangkan Hukuman Kebiri Kimia bagi Pedofil

Kompas.com - 20/02/2018, 23:31 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

ANKARA, KOMPAS.com - Pemerintah Turki tengah mempertimbangkan untuk penerapan sanksi kebiri kimia bagi para pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Disampaikan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul, pada Selasa (20/2/2018), pemerintah menempatkan kembali agenda pembahasan hukuman tersebut dan akan ditinjau kembali dalam beberapa hari.

"Pengadilan akan memutuskan penggunaan dan lama waktu pengebirian menggunakan zat kimia tersebut untuk membatasi atau menghilangkan hasrat seksual pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak," kata Abdulhamit dilansir AFP.

Baca juga: Pemerkosa Bocah Sorong Terancam Hukuman Kebiri Hingga Mati

Turki sempat menerapkan hukuman kebiri kimia terhadap pelaku kejahatan seksual yang berlaku efektif pada 2016 lalu. Namun Dewan Negara Turki menghentikan pelaksanaannya pada Agustus karena belum adanya definisi dan batasan yang jelas.

Kasus kejahatan seksual yang menyerang anak-anak terjadi pada Februari lalu di provinsi selatan Adana, dengan pelaku seorang pria berusia 20 tahun dan korban adalah anak berusia empat tahun.

Jaksa telah menjatuhkan hukuman 66 tahun penjara kepada pelaku dalam persidangan pada Selasa (20/2/2018).

Baca juga: Eksekusi Hukuman Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag telah memerintahkan dibentuknya komisi pencegahan kasus pelecehan anak dengan beranggotakan enam menteri, termasuk menteri kehakiman.

Baca juga: Paedofil Asal Inggris Akui 71 Dakwaan Pelecehan Anak di Malaysia

"Semua pilihan, semua langkah yang perlu diambil untuk memecahkan persoalan ini akan dipaparkan dan dipertimbangkan," kata Abdulhamit.

Pengebirian kimiawi dilakukan dengan menggunakan obat yang akan menurunkan tingkat libido seseorang, mencegahnya memiliki dorongan seksual tanpa batas waktu.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X