Mesir Sepakat Beli Gas Alam dari Israel Bernilai Rp 204 Triliun

Kompas.com - 20/02/2018, 16:59 WIB
Foto udara ini memperlihatkan sebuah platform pengeboran di ladang gas Tamar milik Israel di Laut Tengah.AHIKAM SERI / AFP Foto udara ini memperlihatkan sebuah platform pengeboran di ladang gas Tamar milik Israel di Laut Tengah.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perusahaan Israel, Delek Drilling mengumumkan segera memasok gas alam ke Mesir bernilai 15 miliar dolar atau sekitar Rp 204 triliun.

Ini adalah ekspor dengan nilai terbesar sepanjang sejarah industri gas alam Israel.

Perusahaan Mesir, Dolphinus akan membeli 64 juta kubik meter dari Delek Drilling dan perusahaan AS Noble selama kurun waktu 10 tahun ke depan.

PM Israel Benyamin Netanyahu menyebut kesepakatan ekspor gas alam ke Mesir ini merupakan sebuah langkah bersejarah.

Baca juga : Peluang Besar Ada di Industri Ikutan Gas Alam Asia Pasifik

"Kesepakatan ini akan membawa miliaran dolar ke dalam kas negara," ujar Netanyahu dalam pernyataan resminya, Senin (19/8/2018).

Netanyahu menambahkan, kesepakatan ekspor gas alam ini akan memperkuat keamanan dan perekonomian Israel sekaligus memperkuat hubungan regional.

Sementara itu, CEO Delek Drilling Yossi Abu mengatakan, kesepakatan ini akan menjadikan Mesir menjadi pusat energi regional Timur Tengah.

Meski sudah meneken kesepakatan ekspor, kedua pihak belum menentukan jalur pipa yang akan menyalurkan gas alam dari ladang Leviathan dan Tamar di Laut Tengah ke Mesir.

Dalam pernyataan resminya, Delek menyebut banyak kemungkinan jalur pipa yang bisa digunakan termasuk menggunakan jaringan pipa EMG.

Membentang dari Al-Arish di Sinai Utara, Mesir hingga ke Ashkelon, Israel, jaringan pipa EMG dulu digunakan untuk mengirim gas alam Mesir ke Israel sesuai perjanjian dagang 20 tahun yang diteken pada 2005.

Namun, setelah jaringan pipa itu berulang kali diserang kelompok eksremis, perjanjian tersebut dibatalkan pada 2012.

Selain itu, kesepakatan yang diteken di masa pemerintahan Presiden Hosni Mubarak itu banyak dikritik karena Israel dianggap membayar terlalu murah untuk gas alam Mesir.

Baca juga : Ladang Gas Besar Ditemukan di Lepas Pantai Mesir

Israel menemukan ladang gas Tamar dan Leviathan pada 2009 dan 2010. Sejak itu, Israel berupaya menjadi eksportir gas alam.

Pada 2016, Israel dan Jordania menandatangani kesepakatan pembelian gas alam bernilai 10 miliar dolar AS selama 15 tahun.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X