Hari Ini dalam Sejarah: Pakta Pertahanan Asia Tenggara Dibubarkan

Kompas.com - 20/02/2018, 13:37 WIB
Para pimpinan negara anggota SEATO PM Nguyen Cao Ky (Vietnam Selatan), PM Harold Holt (Australia), Presiden Park Chung-hee (Korea Selatan), Presiden Ferdinand Marcos (Filipina), PM Keith Holyoake (Selandia Baru), Letjen Nguyen Van Thieu (Vietnam Selatan), PM Thanom Kittikachorn (Thailand), dan President Lyndon B Johnson (AS) saat menghadiri KTT SEATO di Manila 24 Oktober 1966 LBJ Library/WikipediaPara pimpinan negara anggota SEATO PM Nguyen Cao Ky (Vietnam Selatan), PM Harold Holt (Australia), Presiden Park Chung-hee (Korea Selatan), Presiden Ferdinand Marcos (Filipina), PM Keith Holyoake (Selandia Baru), Letjen Nguyen Van Thieu (Vietnam Selatan), PM Thanom Kittikachorn (Thailand), dan President Lyndon B Johnson (AS) saat menghadiri KTT SEATO di Manila 24 Oktober 1966
|

Amerika Serikat yang yakin bahwa Ho Chi Minh adalah sekadar pion dari jaringan komunis internasional bereaksi dengan mendirikan SEATO demi melindungi Vietnam Selatan, yang bahkan secara teknis bukan negara independen.

Saat Amerika Serikat benar-benar terlibat dalam Perang Vietnam sejak 1965, negeri itu kemudian memanggil sekutunya di SEATO untuk membantu.

Hanya Australia, Selandia Baru, Filipina, dan Thailand yang merespon dengan mengirimkan beberapa ribu tentara dan bantuan lainnya.

Sementara meski kerap melempar retorika anti-komunis Perancis dan Inggris tak ingin terlibat dalam perang di Asia dan Pakistan hanya menginginkan bantuan militer yang dijanjikan sebagai anggota SEATO.

Kondisi ini semakin memastikan bahwa SEATO benar-benar dikendalikan Amerika Serikat.

Sementara itu, perang di Vietnam semakin membuat AS frustrasi, kelelahan, dan mendapat tentanga di dalam negeri. Di saat itulah keutusan SEATO mulai retak.

Saat Perang Vietnam berakhir pada 1975 dengan jatuhnya Vietnam Selatan ke tangan komunis, hanya lima negara yang terlibat dalam latihan perang terahir SEATO pada 1976.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Latihan itu juga amat "sepi" karena hanya diikuti 188 tentara dari AS, Inggris, Filipina, Thailand, dan Selandia Baru.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Fidel Castro Dilantik Menjadi PM Kuba

Dan latihan itu akhirnya berubah menjadi aksi sosial karena para tentara itu kemudian membantu pembangunan sekolah, jalan raya, dan sebuah bendungan di pedesaan Filipina.

Setelah itu lagu "Auld Lang Syne" dimainkan menandakan berakhirnya latihan bersama sekaligus keberadaan SEATO.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.