Kompas.com - 19/02/2018, 23:11 WIB

Para gadis kerap diminta menunjukkan sertifikat medis yang membuktikan mereka belum pernah berhubungan seks. Namun banyak yang kemudian melakukan operasi untuk "mengembalikan" keperawanan mereka dan mendapatkan lebih banyak uang.

Sergey Chumakov, seorang dokter bedah sekaligus direktur Pusat Ilmu Bedah mengatakan, banyak gadis yang kemudian berulang kali melakukan operasi untuk mengembalikan keperawanan mereka.

"Saya pernah menemukan kasus di mana seorang gadis telah menjalani operasi ini hingga 15 kali," kata Chumakov.

Baca juga: Ingin Kuliah dan Beli Rumah untuk Orangtua, Gadis Ini Jual Keperawanan

Elena (22) gadis asal Moskwa, mengatakan dirinya telah dua kali menjual "keperawanannya" dan dia belum berencana untuk berhenti.

"Sekarang ini menjadi pekerjaan saya dan setiap melakukannya saya bisa memenuhi kebutuhan hidup selama beberapa bulan," kata Elena.

Beberapa perempuan bahkan menolak menyebut apa yang mereka lakukan sebagai tindak prostitusi. Mereka beralasan melakukannya untuk mencari pasangan yang tepat sesuai kriteria mereka.

Sementara bagi pembeli, praktik penjualan keperawanan untuk mencari wanita yang belum menjadi milik orang lain sebagai calon istri.

Dimitry, asal Siberia, mengaku telah dua kali membeli keperawanan gadis Rusia berusia 18 tahun. Namun dia belum juga menemukan calon istri yang sesuai baginya.

Baca juga: Kisah Perempuan Tunisia Mengembalikan Keperawanan

Tak hanya kaum pria, wanita biseksual juga kadang terlibat dalam jual beli keperawanan ini.

Anna (24), yang telah menikah, mengaku pernah dua kali membayar untuk mendapatkan keperawanan seorang gadis dengan harga 250 dan 500 poundsterling (Rp 4,5 dan 9 juta).

Dia memilih membayar gadis perawan karena baginya mereka masih suci dan belum "tersentuh", sedangkan perempuan prostitusi terkesan vulgar dan kotor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.