Kompas.com - 19/02/2018, 21:55 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengharap para pengungsi Suriah yang berada di wilayah mereka dapat kembali ke kampung halaman segera setelah operasi militer "Ranting Zaitun" yang dilancarkan ke kota Afrin usai.

Harapan tersebut disampaikan ibu negara Emine Erdogan dalam konferensi di Istanbul, Jumat (16/2/2018). Demikian diberitakan The New Arab.

Operasi Ranting Zaitun yang dilancarkan militer Turki sejak 20 Januari lalu bertujuan untuk mengusir kelompok Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di kota Afrin, Suriah.

Baca juga: Turki Diduga Rekrut Mantan Anggota ISIS untuk Perang di Suriah

Kelompok tersebut dianggap bersekutu dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah dilabeli sebagai teroris oleh Ankara.

"Tujuan dari operasi (militer) tersebut adalah untuk mengamankan keamanan di wilayah ini (Timur Tengah)."

"Saat keamanan dan stabilitas terjamin, maka arus (pengungsi) baru akan berhenti dan mereka yang telah ada di sini (Turki) diharapkan untuk dapat kembali ke negara mereka," kata istri dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu.

Terlepas dari langkah militer yang dilakukan Turki, Emine menekankan bahwa negaranya telah mengupayakan langkah kemanusiaan selama mengatasi konflik di Suriah.

"Turki telah menerima hingga empat juta pengungsi Suriah selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah bersama lembaga non-pemerintah dan juga anggota masyarakat telah berupaya yang terbaik untuk mengatasi situasi tersebut."

"Setelah operasi Ranting Zaitun, sekitar 500.000 orang diharapkan dapat kembali ke Afrin," kata Emine menegaskan, namun tidak menjelaskan lebih jauh mengenai proses pemulangan para pengungsi tersebut.

Operasi militer kini masih berlanjut di provinsi utara Suriah tersebut, memicu gelombang imigrasi melintasi perbatasan Turki.

Baca juga: Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki

Namun laporan Organisasi Hak Asasi Manusia (HRW) menyebut adanya upaya kekerasan yang dilakukan Turki terhadap para pengungsi yang hendak menyeberangi perbatasan.

"Situasi keamanan di Suriah tidak aman bagi pengungsi. Dengan peperangan di Afrin yang memicu penduduk bermigrasi, Turki harus membiarkan ribuan warga Suriah itu untuk menyeberangi perbatasan dan mencari perlindungan," kata Wakil Direktur HRW, Manish Fakih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.