500.000 Pengungsi Suriah di Turki Diharapkan Segera Kembali ke Afrin

Kompas.com - 19/02/2018, 21:55 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) didampingi ibu negara Emine saat kunjungan kenergaraan ke Sudah, Desember 2017. AFP/ASHRAF SHAZLYPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) didampingi ibu negara Emine saat kunjungan kenergaraan ke Sudah, Desember 2017.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengharap para pengungsi Suriah yang berada di wilayah mereka dapat kembali ke kampung halaman segera setelah operasi militer "Ranting Zaitun" yang dilancarkan ke kota Afrin usai.

Harapan tersebut disampaikan ibu negara Emine Erdogan dalam konferensi di Istanbul, Jumat (16/2/2018). Demikian diberitakan The New Arab.

Operasi Ranting Zaitun yang dilancarkan militer Turki sejak 20 Januari lalu bertujuan untuk mengusir kelompok Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di kota Afrin, Suriah.

Baca juga: Turki Diduga Rekrut Mantan Anggota ISIS untuk Perang di Suriah

Kelompok tersebut dianggap bersekutu dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang telah dilabeli sebagai teroris oleh Ankara.

"Tujuan dari operasi (militer) tersebut adalah untuk mengamankan keamanan di wilayah ini (Timur Tengah)."

"Saat keamanan dan stabilitas terjamin, maka arus (pengungsi) baru akan berhenti dan mereka yang telah ada di sini (Turki) diharapkan untuk dapat kembali ke negara mereka," kata istri dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari langkah militer yang dilakukan Turki, Emine menekankan bahwa negaranya telah mengupayakan langkah kemanusiaan selama mengatasi konflik di Suriah.

"Turki telah menerima hingga empat juta pengungsi Suriah selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah bersama lembaga non-pemerintah dan juga anggota masyarakat telah berupaya yang terbaik untuk mengatasi situasi tersebut."

"Setelah operasi Ranting Zaitun, sekitar 500.000 orang diharapkan dapat kembali ke Afrin," kata Emine menegaskan, namun tidak menjelaskan lebih jauh mengenai proses pemulangan para pengungsi tersebut.

Operasi militer kini masih berlanjut di provinsi utara Suriah tersebut, memicu gelombang imigrasi melintasi perbatasan Turki.

Baca juga: Ketika Warga Sipil Kurdi Suriah di Afrin Ikut Berperang Melawan Turki

Namun laporan Organisasi Hak Asasi Manusia (HRW) menyebut adanya upaya kekerasan yang dilakukan Turki terhadap para pengungsi yang hendak menyeberangi perbatasan.

"Situasi keamanan di Suriah tidak aman bagi pengungsi. Dengan peperangan di Afrin yang memicu penduduk bermigrasi, Turki harus membiarkan ribuan warga Suriah itu untuk menyeberangi perbatasan dan mencari perlindungan," kata Wakil Direktur HRW, Manish Fakih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.