Kompas.com - 19/02/2018, 16:58 WIB
Kerusakan terlihat pada bangunan rumah sakit di Idlib akibat serangan udara yang dilancarkan di desa Hass. AFP/OMAR HAJ KADOURKerusakan terlihat pada bangunan rumah sakit di Idlib akibat serangan udara yang dilancarkan di desa Hass.

IDLIB, KOMPAS.com - Serangan udara yang dilancarkan pesawat Rusia di Suriah kembali mengenai bangunan rumah sakit. Hingga kini total sudah tujuh fasilitas medis yang beroperasi di negara itu yang dihantam misil Rusia.

Menurut Badan Pengawas Hak Asasi Manusia untuk Suriah, ketujuh fasilitas medis tersebut diserang sekutu rezi Suriah dalam rentang waktu dua pekan terakhir.

Serangan terakhir terjadi di desa Hass di Idlib, menjadikan rumah sakit berhenti beroperasi setelah atap-atap dan dinding runtuh, serta peralatan hancur.

Baca juga: Pusat Layanan Kesehatan dan Rumah Sakit di Gaza Segera Dibuka Kembali

Rumah sakit tersebut dilaporkan didanai oleh lembaga non-pemerintahan yang berbasis di Jerman. Jurnalis Julian Ropke, menuliskan di akun Twitter-nya, rumah sakit itu menjadi target setelah sebuah pesawat nirawak mengikuti ambulans yang membawa pasien ke lokasi tersebut.

Di rumah sakit yang berlokasi di provinsi yang dikuasai oposisi dan menjadi tempat bagi 3 juta pengungsi Suriah itu, sebanyak 4.000 pasien mendapat perawatan setiap bulannya.

Setelah penyerangan yang dilakukan terhadap rumah sakit di Idlib pekan lalu, Organisasi Dokter Lintas Batas (MSF), menyerukan kekhawatiran akan adanya serangan yang menargetkan pusat perawatan lainnya oleh rezim Presiden Bashar Al-Assad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Wilayah sipil, terutama fasilitas kesehatan, telah terkena serangan di kawasan utara dan barat Suriah. Serangan tersebut, semakin hari semakin meningkat dan harus menjadi perhatian," kata Omar Ahmed Abenza, Kepala Misi MSF di Barat Utara Suriah.

Idlib dan daerah di sekitarnya telah berada di bawah kendali oposisi sejak 2015, menjadikannya sebuah benteng pertahanan strategis.

Kendati telah disepakati sebagai zona de-eskalasi melalui perjanjian antara Rusia, Iran dan Turki, namun wilayah itu masih kerap menjadi sasaran serangan intensif oleh pasukan rezim.

Sepanjang 2017, ada 112 serangan yang terverifikasi dilakukan ke fasilitas kesehatan di Suriah, dan sudah ada 16 di tahun 2018.

Organisasi kemanusiaan dunia telah mengecam aksi penyerangan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan sebagai tindak kejahatan perang.

Baca juga: Suriah Tembak Jatuh Jet Tempur Israel

PBB telah berulang kali mengecam serangan yang menargetkan rumah sakit dan area sipil oleh rezim Suriah. Mereka menekankan akan perlunya menghormati status deeskalasi.

"Hilangnya penyediaan layanan medis akan memiliki efek mengejutkan pada masyarakat yang rentan terdampak konflik," kata Panos Moumtzis, koordinator regional PBB untuk Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.