Joanna, Tenaga Kerja Filipina yang Bernasib seperti TKI Adelina

Kompas.com - 19/02/2018, 11:19 WIB
Joanna Demafelis ditemukan tewas dan mayatnya disimpan di lemari pendingin di rumah majikannya, di Kuwait. (Facebook/Joanna Demafelis via CNN) Joanna Demafelis ditemukan tewas dan mayatnya disimpan di lemari pendingin di rumah majikannya, di Kuwait. (Facebook/Joanna Demafelis via CNN)


ILOILO, KOMPAS.com — Tragedi tewasnya TKI Adelina Sau yang tewas disiksa majikannya di Malaysia juga menimpa Joanna Demafelis.

Tenaga kerja asal Filipina itu ditemukan tewas dan jenazahnya disimpan di dalam lemari pendingin. Perbuatan kejam tersebut diduga dilakukan majikannya.

Jenazah Joanna telah tiba di rumahnya pada Sabtu (17/2/2018). Kakak perempuan Joanna, Jessica, tak mampu membendung air mata saat mencengkeram peti mati adiknya.

Joanna meninggalkan Filipina untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kuwait. Setelah berbulan-bulan mengalami ketidakpastian mengenai nasib adiknya, Jessica kini harus merelakan kepergian Joanna untuk selamanya.

Penemuan mayat Joanna pada pekan lalu memicu amarah Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Dia melarang pengiriman tenaga kerja Filipina ke Kuwait.

CNN melaporkan, lebih dari 250.000 warga Filipina mengadu nasib di negara Teluk. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan pekerja rumah tangga yang tinggal di rumah majikan.

Baca juga: Kuwait Kecam Larangan Pengiriman Tenaga Kerja oleh Filipina

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di kota kecil Sara, Pulau Panay, Filipina, ibu Joanna bernama Eva mengatakan, putrinya bertekad pergi mencari uang untuk keluarganya.

"Saya mengatakan kepada putri saya, jangan pergi. Namun, dia bilang, 'Tidak Ibu, saya bisa memberimu masa depan yang lebih baik'," kata Eva.

Joanna bertekad mencari pekerjaan yang bisa membantu keluarganya terbebas dari kemiskinan. Upahnya bekerja di Kuwait cukup untuk menyekolahkan adiknya dan membantu keheidupan orangtuanya.

Keluarga tersebut telah mengalami pukulan dahsyat ketika badai Haiyan melanda Filipina pada 2013. Badai telah menghancurkan rumah dan sawah yang siap panen.

Ayah Joanna berharap dapat membeli kembali sawah mereka. Dengan air mata yang mengalir di pipinya, dia tidak pernah menginginkan anaknya pergi jauh.

"Aku selalu bertanya, mengapa dia harus meninggalkan rumah untuk pergi ke Kuwait. Kami cukup memiliki uang untuk makan," ujar Crisanto, ayah Joanna.

Orangtua Joanna, Eva dan Cristano mengatakan, Joanna bersikeras untuk segera mendapatkan uang guna mendukung kehidupan keluarganya. (CNN) Orangtua Joanna, Eva dan Cristano mengatakan, Joanna bersikeras untuk segera mendapatkan uang guna mendukung kehidupan keluarganya. (CNN)

Telepon terakhir

Selepas lulus SMA, Joanna pindah ke Manila dan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Kemudian, pada 2014, dia pindah ke Kuwait.

Pada tahun pertamanya bekerja di Kuwait, Joanna rutin mengirimkan uang kepada orangtuanya setiap tiga bulan sekali. Kemudian, dia tidak pernah melakukannya lagi.

Keluarganya berpikir dia memilih menyimpan gajinya.

Pada 2016, dia menghubungi orangtuanya untuk terakhir kali. Joanna mengklaim semuanya baik-baik saja, tetapi adiknya menduga seseorang memantau percakapan mereka di telepon.

"Saya merasa majikannya ada di dekatnya dan seperti ada batas dalam percakapan telepon kami," kata Joyce, adik Joanna.

Baca juga: Filipina Klaim 2.200 Warganya di Kuwait Bersedia Pulang

Panggilan itu hanya berlangsung tujuh menit.

"Hal terakhir yang dia katakan kepadaku, 'Aku mencintaimu bungso (anak paling kecil)'," ucapnya.

Pihak berwenang Filipina menyatakan, majikan Joanna merupakan seorang pria Lebanon dan perempuan Suriah. Keduanya kini buron karena dicurigai menjadi tersangka utama dalam peristiwa tewasnya Joanna.

Penyidik meyakini pasangan tersebut telah meninggalkan Kuwait



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X