Pelaku Pembunuhan Bocah 6 Tahun di Pakistan Dihukum Mati

Kompas.com - 17/02/2018, 23:51 WIB
Petugas keamanan berjaga di depan gedung Pengadilan Lahore, Pakistan, Sabtu (17/2/2018). Terdakwa pembunuh dan pemerkosa bocah enam tahun bernama Zainab Ansari, Imran Ali, menerima empat vonis hukuman mati. AP/KM ChaudaryPetugas keamanan berjaga di depan gedung Pengadilan Lahore, Pakistan, Sabtu (17/2/2018). Terdakwa pembunuh dan pemerkosa bocah enam tahun bernama Zainab Ansari, Imran Ali, menerima empat vonis hukuman mati.

LAHORE, KOMPAS.com - Pengadilan di Lahore, Pakistan, menjatuhkan hukuman tertinggi kepada pelaku pemerkosaan dan pembunuhan anak-anak di bawah umur.

Kantor berita AFP Sabtu (17/2/2018) memberitakan, Imran Ali dijatuhi empat vonis hukuman mati.

Ali merupakan pembunuh bocah perempuan bernama Zainab Ansari. Anak berusia enam tahun tersebut ditemukan tewas pada 9 Januari lalu.

Jenazahnya ditemukan 1,5 kilometer dari tempatnya dilaporkan hilang lima hari sebelumnya (5/1/2018), ketika hendak berangkat menuju kelas belajar Al Quran.

Dari hasil autopsi, diketahui Ansari diperkosa sebelum dicekik hingga tewas.

Baca juga : Pakistan Berencana Hukum Mati Paedofil di Muka Publik

Ali ditangkap setelah sampel DNA-nya cocok dengan yang ditemukan di jenazah Ansari. Sejak itu, Ali mengakui perbuatannya.

Selain Ansari, Ali juga didakwa melakukan penyerangan terhadap tujuh bocah lain di Punjab sepanjang 2017.

Pemuda 24 tahun tersebut mengakui seluruh penyerangan tersebut. Adapun dari delapan penyerangan kepada anak di bawah umur itu, dia membunuh enam di antaranya.

Jaksa penuntut Ihtesham Qadir mengatakan, vonis mati diberikan setelah Ali terbukti telah membunuh, dan memperkosa Ansari.

"Selain itu, dia juga melakukan aksi teror," kata Qadir. Di bawah hukum Pakistan, setiap tindakan yang berpotensi mendatangkan teror ke masyarakat bisa dijerat hukum anti-teror.

Ali juga mendapat tambahan hukuman seumur hidup, dan denda sebesar 3,2 juta rupee Pakistan, atau sekitar Rp 392 juta.

Zainab Ansari (6), bocah perempuan yang diperkosa dan dibunuh di Pakistan pada awal bulan ini.news.com.au Zainab Ansari (6), bocah perempuan yang diperkosa dan dibunuh di Pakistan pada awal bulan ini.

"1 juta rupee Pakistan, atau Rp 122 juta, bakal diberikan kepada keluarga Ansari sebagai kompensasi," ujar Jaksa Penuntut Abdul Rauf Wattoo.

Seusai persidangan, ibu Ansari, Nusrat Bibi, berkata dia menginginkan hukuman mati Ali dilaksanakan secara publik.

"Saya ingin dia digantung di tempat di membunuh Zainab," kata Bibi kepada awak media, seperti dikutip AFP.

Adapun pembela Ali, Sultan Masood, mengatakan kalau persidangan berjalan dengan lancar dan adil.

"Terdakwa mengakui segala kesalahannya. Jadi, hukuman mati yang diberikan sudah pantas," kata Masood.

Sebelumnya, beberapa jam sebelum Ansari dimakamkan, beberapa jam sebelumnya warga Kapur berdemo dan terlibat bentrok dengan aparat setempat.

Bentrokan antara warga dengan otoritas keamanan mengakibatkan dua orang dilaporkan tewas.

Baca juga : Protes Kasus Pembunuhan Bocah 8 Tahun di Pakistan, 2 Orang Tewas



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X