Myanmar Siap Terima Kembali Pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh

Kompas.com - 16/02/2018, 19:03 WIB
Anak-anak pengungsi Rohingya menanti jatah makanan di kamp pengungsi Ukhia, Bangladesh. Munir UZ ZAMAN / AFP Anak-anak pengungsi Rohingya menanti jatah makanan di kamp pengungsi Ukhia, Bangladesh.

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar melalui salah satu menteri menyampaikan kepada Presiden Bangladesh, mereka telah siap membawa kembali para pengungsi Rohingya. Namun demikian, Bangladesh menegaskan ingin ratusan ribu pengungsi itu kembali dengan cara yang aman dan bermartabat.

Menteri Dalam Negeri Myanmar Kyaw Swe berkunjung selama tiga hari ke Bangladesh dan bertemu dengan Presiden Abdul Hamid untuk menyampaikan kesiapan Myanmar menerima kembali warga Rohingya, seperti kesepakatan kedua negara akhir tahun lalu.

Disampaikan juru bicara kepresidenan Bangladesh, Joynal Abedin, pada Jumat (16/2/2018), mengutip menteri Myanmar, mereka akan menjalankan rekomendasi dari PBB.

Baca juga: Buldoser Hancurkan Desa-desa Warga Etnis Rohingya

Melansir Arab News, Abedin mengatakan, presiden merasa prihatin dengan nasib para pengungsi Rohingya dan menginginkan proses pemulangan dapat berjalan aman dan bermartabat sesuai kesepakatan.

Selanjutnya, menteri dalam negeri kedua negara akan kembali bertemu dan mengajak pihak kepolisian dan kementerian luar negeri untuk mendiskusikan pengamanan perbatasan dan lainnya.

Sekitar 700.000 warga Rohingya dari Rakhine, Myanmar telah melarikan melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus 2017 lalu setelah mendapat tindakan kekerasan dari tentara keamanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, pihak PBB menyebut upaya pemulangan pengungsi Rohingya saat ini belum tepat karena masih adanya ancaman terhadap keselamatan mereka. Kepala Badan Pengungsi PBB Filippo Grandi mengatakan pada Dewan Keamanan pada Selasa (13/2/2018).

"Kondisi saat ini tidak tepat bagi Rohingya untuk secara sukarela kembali ke Myanmar karena pemerintah Myanmar belum membahas pengecualian dan penolakan terhadap hak dan kewarganegaraan mereka," kata Grandi.

Grandi menambahkan, warga Rohingya masih ada yang melarikan diri dari Myanmar dan ribuan lainnya diperkirakan masih berusaha untuk pergi.

Baca juga: Bangladesh Libatkan PBB dalam Pemulangan Pengungsi Rohingya

Proses pemulangan pengungsi Rohingya awalnya dijadwalkan dimulai pada akhir Januari lalu, namun kemudian ditunda hingga waktu yang tak ditentukan karena masih adanya sejumlah persiapan yang perlu dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Arab News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.