Kompas.com - 15/02/2018, 17:25 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah AS melalui Menteri Pertahanan Jim Mattis menyerukan kepada Turki untuk kembali mengonsentrasikan kekuatan militernya di Suriah untuk melawan ISIS dan bukan milisi Kurdi.

Dilansir dari AFP, Mattis telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli pada Rabu (14/2/2018) malam di sela-sela pertemuan NATO di Brussels.

Dalam pertemuan tersebut, Mattis menyampaikan agar pemerintah Turki dapat kembali berfokus pada kampanye melawan ISIS dan mencegah sisa-sisa kelompok teroris itu untuk kembali bangkit di Suriah, alih-alih melawan milisi Kurdi.

Baca juga: Turki Serang Wilayah Kurdi Suriah, AS dan Perancis Bereaksi

"Turki seharusnya memperbarui kembali fokusnya pada kampanye untuk mengalahkan ISIS dan mencegah mereka kembali bangkit di Suriah," tulis pernyataan Pentagon, Kamis (15/2/2018).

Sebagaimana diketahui, Turki pada akhir Januari lalu, telah meluncurkan sebuah operasi militer di wilayah utara Suriah, tepatnya di kota perbatasan Afrin.

Militer Turki bersama pasukan pemberontak Suriah melawan milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) yang dilabeli kelompok teroris oleh Ankara.

Sementara milisi yang sama juga telah membantu pasukan yang didukung AS dalam melawan kelompok teroris ISIS di Suriah.

Perbedaan pandangan antara AS dengan Turki terhadap operasi militer yang disebut "Ranting Zaitun" itu menjadikan hubungan antara kedua pemerintahan mengalami ketegangan.

Baca juga: Turki Ubah Nama Jalan di Depan Kedubes AS di Ankara

Dalam pertemuan kemarin, kedua menteri pertahanan turut membahas permasalahan keamanan yang kompleks di Suriah serta ancaman kebangkitan ISIS yang dapat mengarah pada seluruh sekutu NATO.

"Keduanya setuju untuk melanjutkan berbagai kegiatan dan konsultasi pertahanan baik bilateral maupun multilateral demi mencari cara memperkuat kerja sama pertahanan di masa depan," tulis pernyataan Pentagon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.