Kasus di Florida Masuk 10 Besar Penembakan Massal Paling Mematikan - Kompas.com

Kasus di Florida Masuk 10 Besar Penembakan Massal Paling Mematikan

Kompas.com - 15/02/2018, 16:29 WIB
Pelaku penembakan di Marjory Stoneman Douglas, Florida, Amerika Serikat, bernama Nikolaus Cruz (19) berhasil dibekuk polisi. (CNN) Pelaku penembakan di Marjory Stoneman Douglas, Florida, Amerika Serikat, bernama Nikolaus Cruz (19) berhasil dibekuk polisi. (CNN)

PARKLAND, KOMPAS.com - Penembakan massal di Amerika Serikat semakin mematikan.

Dalam 30 kasus penembakan paling mematikan di AS sejak 1949, sebanyak 19 insiden terjadi dalam 10 tahun terakhir, dan yang terbaru pada Rabu (14/2/2018).

CNN melaporkan 10 daftar penembakan massal paling mematikan yang terjadi dalam satu hari dalam sejarah modern AS. Penembak yang terbunuh atau mati bunuh diri saat insiden terjadi, tidak masuk dalam jumlah total tewas.

1. Festival Musik Harvest di Las Vegas (58 tewas)

1 Oktober 2017, seorang pria bersenjata yang diidentifikasi bernama Stephen Paddock (64) melepaskan tembakan dari lantai 32, Resor dan Kasino Mandala Bay, ke arah 20.000 orang yang sedang menikmati Festival Musik Harvest Route 91.

Dia membunuh 58 orang dan melukai lebih dari 500 orang. Polisi meyakini Paddock tewas karena bunuh diri. Insiden penembakan ini merupakan yang paling mematikan dalam sejarah modern AS.

2. Klub malam Pulse (49 tewas)

12 Juni 2016, Omar Saddique (29) melepaskan tembakan di klub malam Pulse, di Orlando.

Sebanyak 49 orang terbunuh dan 50 lainnya luka-luka. Polisi menembak mati Mateen saat operasi pembebasan tawanan sedang berlangsung di klub tersebut.

3. Virginia Tech (32 tewas)

16 April 2007, Seung-Hui Cho (23) menembak secara brutal dan membunuh 32 orang di dua lokasi berbeda, di gedung Virginia Tech, Blacksburg. Pelaku tewas karena bunuh diri.

4. Sandy Hook (27 tewas)

14 Desember 2012, Adam Lanza (20) menembak mati 20 anak usia 6 hingga 7 tahun dan enam orang dewasa, di SD Sandy Hook, Newton, Connecticut, sebelum mengarahkan tembakan ke dirinya sendiri.

Setelah itu, penyidik menemukan ibu pelaku penembakan, Nancy, juga tewas dengan luka tembakan.

5. Gereja Baptis Pertama di Shutherland Springs (26 tewas)

5 November 2017, seorang pria berjalan masuk ke gereja kecil di pinggiran kota Texas dan menembak mati 26 orang.

Penembak diidentifikasi bernama Devin Patrick Kelley. Dia ditemukan tewas, namun belum jelas penyebab kematiannya apakah bunuh diri atau terbunuh dalam pengejaran singkat dengan polisi.

Insiden tersebut merupakan penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Texas.

6. Kafetaria Luby (23 tewas)

16 Oktober 1991, George Hennard (35) menabrakan truknya ke arah dinding Kafetaria Luby di Killen, Texas.

Setelah keluar dari truk, Hennard menembak mati 23 orang. Kemudian, dia merenggut nyawanya sendiri.

7. McDonald's di San Ysidro (21 tewas)

18 Juli 1984, James Huberty (41) membawa senjata laras panjang Uzi dan pistol ke restoran cepat saji McDonald's di San Ysidro, California.

Dia melepaskan tembakan di sana dan membunuh 21 orang, termasuk anak-anak.

Seorang penembak jitu menembak mati Huberty sekitar satu jam setelah dia mengeluarkan peluru pertamanya.

8. Universitas Texas (18 Tewas)

1 Agustus 1966, Charles Joseph Whitman menembak mati 16 orang dan melukai setidaknya 30 orang dari sebuah menara di Universitas Texas, Austin.

Petugas polisi Ramiro Martinez dan Houston McCoy melumpuhkan dan membunuh Whitman di menara. Sebelum melancarkan aksinya di Universitas Texas, mantan marinir AS itu juga telah menembak ibu dan istrinya yang ditemukan tewas.

9. SMA di Parkland, Florida (17)

14 Februari 2018, Nikolaus Cruz (19) melepaskan tembakan ke SMA Marjory Stoneman Douglas dan menewaskan 17 orang. Pelaku merupakan mantan siswa yang dikeluarkan karena alasan tidak disiplin. Dia dibawa ke tahanan setelah serangan tersebut.

10. San Bernardino dan Edmond di Oklahoma (14 tewas)

2 Desember 2015, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik melepaskan tembakan ke sebuah acara pertemuan karyawan di Pusat Regional Inlan, San Bernardino. Aksinya tersebut menewaskan 14 orang. Pasangan yang telah menikah itu tewas dalam baku tembak dengan polisi keesokan harinya.

20 Agustus 1986, Patrick Henry Sherril membawa tiga pistol dan menembak mati 14 karyawan pos dalam waktu 10 menit. Diabunuh diri dengan sebuah peluru tertancap di kepalanya.


Komentar

Close Ads X