Tak Tahan Mengurus, Ayah Bunuh Anaknya yang Alami Gangguan Mental - Kompas.com

Tak Tahan Mengurus, Ayah Bunuh Anaknya yang Alami Gangguan Mental

Kompas.com - 15/02/2018, 15:59 WIB
Olivia Kray (19) yang menderita gangguan mental tewas setelah dicekik sang ayah Richard Kray (64).SWNS via METRO.co.uk Olivia Kray (19) yang menderita gangguan mental tewas setelah dicekik sang ayah Richard Kray (64).

KENT, KOMPAS.com – Seorang ayah di Inggris dijatuhi hukuman campuran dengan penjara 10 tahun serta menjalani perawatan di rumah sakit khusus atas tuduhan pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan.

Richard Kray (64) telah membunuh anaknya, Olivia (19), dengan cara mencekik. Tindakan itu dilakukannya setelah dia tidak tahan mengatasi masalah kesehatan mental yang derita anaknya.

Selain itu, Kray juga melakukan hal yang sama terhadap istrinya, Damyantee Cowan, meski akhirnya dapat diselamatkan.

Baca juga: Tabrak 19 Orang, Pengemudi di Australia Diduga Idap Gangguan Mental

Dikutip dari Metro.co.uk, kasus itu terjadi pada 21 Juli tahun lalu di sebuah lokasi perkemahan karavan di Westland, dekat Teluk Herne, Kent.

Pada 5 Februari lalu, pengadilan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Kray dan mewajibkan terdakwa menjalani perawatan di rumah sakit khusus untuk mengobati kejiwaannya.

Kepala Detektif Inspektur Ivan Beasley dari Kepolisian Kent mengatakan, kasus tersebut sangat menyedihkan, di saat seorang pria tidak dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental justru memilih membunuh putrinya sendiri dan mencoba membunuh istrinya.

"Itu menjadi keputusan buruk yang akan terus diingat pelaku selama sisa hidupnya. Saya berbelasungkawa kepada keluarga korban dan mengharap mereka bisa segera mengatasinya," kata Beasley.

Keluarga korban melihat Olivia sebagai gadis yang cantik dan ceria. Mereka bertanya-tanya alasan yang menyebabkan terjadinya kasus yang berujung pada kematian Olivia.

"Sudah enam bulan berlalu sejak dia diambil paksa dari keluarganya dan kami merindukannya setiap hari sejak saat itu."

"Olivia adalah gadis yang penyayang dan dia akan membantu siapa pun saat diminta. Dia adalah putri, sepupu, dan teman yang baik," kata perwakilan keluarga.

"Kami semua sebenarnya yakin akan tiba saat dia akan sembuh dari kondisi kesehatannya dan akan menjalani masa depan yang hebat. Dia pintar dan pandai bermain musik," tambah mereka.

Baca juga: Kecanduan Main Game Kini Masuk Kategori Gangguan Mental

Menurut keluarga, kepergian Olivia meninggalkan kesedihan yang amat sangat kepada ibunya.

"Dengan dijatuhinya hukuman itu, kami berharap ini menjadi keadilan bagi Olivia dan ibunya. Sekarang kami akan mencoba membangun kembali dan mengisi celah yang ditinggalkan Olivia dalam hidup kami," tambah pihak keluarga.


Komentar

Close Ads X