FBI Klaim Mata-mata China Telah Menyusup ke Universitas di AS

Kompas.com - 15/02/2018, 11:53 WIB
Direktur FBI Christopher Wray (kiri) dan Direktur CIA  Mike Pompeo (kedua kiri) saat sidang dengar pendapat dengan Senat di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (13/2/2018). (AFP/Saul Loeb) SAUL LOEBDirektur FBI Christopher Wray (kiri) dan Direktur CIA Mike Pompeo (kedua kiri) saat sidang dengar pendapat dengan Senat di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (13/2/2018). (AFP/Saul Loeb)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Biro Penyidik Federal ( FBI) Amerika Serikat mengklaim mata-mata China telah menyusup ke universitas di AS sebagai upaya untuk melemahkan kekuatan militer, ekonomi, dan budaya.

Direktur FBI Chris Wray melontarkan pernyataan tersebut saat rapat dengar pendapat tahunan komite intelijen dengan Senat mengenai ancaman terbesar bagi AS, di Capitol Hill, Washington DC, AS.

Menurutnya, China berusaha untuk mendapatkan akses teknologi AS dan kekayaan intelektual melalui perusahaan telekomunikasi, akademisi, dan usaha bisnis bersama.

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (14/2/2018), selama satu dekade terakhir, kaum muda China yang mencari perguruan tinggi di Barat mengalami peningkatan yang signifikan.

Saat ini, ada 329.000 pelajar dari China yang menimba ilmu di AS. Jumlah itu meningkat lima kali lebih banyak dibandingkan 2007.

"Warga China semakin banyak beralih ke jalur yang lebih kreatif dengan mengumpulkan (informasi) dengan cara yang tidak tradisional," katanya.

Baca juga : China Bangun Situs Uji Coba Kapal Tanpa Awak Terbesar di Dunia

Dia meyakini mata-mata China telah menjaring informasi dari lingkungan akademis, seperti profesor, ilmuwan, dan pelajar.

"Mereka memanfaatkan lingkungan penelitian dan pengembangan yang kita miliki," ucap Wray.

Pelajar internasional memang disambut dengan tangan terbuka oleh kebanyakan perguruan tinggi yang mengalami masalah keuangan. Mereka biasanya membayar uang kuliah penuh, sekaligus memberikan keragaman dalam kegiatan belajar.

Wray juga menegaskan pemerintah AS membutuhkan prespektif strategi terkait akusisi dan bisnis lainnya yang melibatkan warga China.

Baca juga : Sambut Imlek, China Bebaskan 1.300 Tahanan selama Lima Hari

Komentar Wray menuai kecaman dari organisasi yanng berfokus pada isu-isu Amerika-Asia dan Kepulauan Pasifik, OCA-Asian Pacific AMerican Advocates.

"Sangat berbahaya dan tidak bertanggung jawab karena telah menuduh banyak orang yang mencari perguruan tinggi, atau berkontribusi pada bidang studi mereka, dengan tuduhan sebagai mata-mata," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X