Kompas.com - 14/02/2018, 19:55 WIB
Ahmad Khan Rahimi, seorang lalaki yang dituduh meledakkan bom di New Jersey dan New York pada September lalu hingga melukai lebih dari 30 orang. AP Photo/Mel EvansAhmad Khan Rahimi, seorang lalaki yang dituduh meledakkan bom di New Jersey dan New York pada September lalu hingga melukai lebih dari 30 orang.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) menjatuhkan hukuman paling berat kepada Ahmad Khan Rahimi.

Dilansir Sky News dan BBC Rabu (14/2/2018), Hakim Richard Berman menjatuhkan vonis penjara seumur hidup, plus 30 tahun.

Rahimi, warga AS yang dinaturalisasi dari Afghanistan, adalah tersangka peledakkan bom di dua tempat pada 17 September 2016.

Di Distrik Chelsea, Manhattan, Rahimi menaruh dua bom, yang diduga menggunakan panci bertekanan.

Namun, hanya satu bom yang meledak, dan mengakibatkan 30 orang terluka. Sedangkan bom lainnya gagal meledak.

Baca juga : Terkait Bom New York, FBI Kejar Pria Keturunan Afganistan

Kemudian, dia juga memasang bom pipa di kawasan Seaside Heights, New Jersey, pada saat bersamaan. Untungnya, tidak ada yang terluka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebulan sebelum peledakkan, ayah Rahimi sempat memberi tahu Biro Intelijen Federal (FBI) tentang rencana anaknya itu.

Polisi kemudian melakukan pencarian selama dua hari, dan berhasil menangkap Rahimi meski sempat terjadi baku tembak.

Meski sudah berstatus sebagai tahanan FBI, Rahimi tidak menunjukkan penyesalan sedikit pun.

Pria 30 tahun itu masih berusaha melakukan radikalisasi terhadap sesama tahanan untuk mengikuti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Seusai sidang vonis, pria berusia 30 tahun tersebut mengeluh bahwa FBI telah memperlakukannya dengan sangat buruk.

Sejak awal, Rahimi berkata dia tidak bermaksud untuk menyebarkan kebencian. Malah, dia mengaku mempunyai teman baik selama 20 tahun di Negeri "Paman Sam".

"Saya dilecehkan oleh FBI hanya karena berusaha mengikuti apa yang saya yakini," keluh Rahimi.

Dalam pernyataannya, Hakim Berman menjawab dia tidak akan menerima satu pun pembenaran dari Rahimi.

"Meski Anda mengeluh, hal itu tidak menghapus kenyataan perbuatan Anda, dan kesimpulan bahwa Anda berbahaya," tegas Berman.

Adapun Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan vonis itu tidak akan menyembuhkan penderitaan yang dialami oleh para korban.

"Namun, keadilan telah ditegakkan. Vonis ini menjadi pesan bahwa kami tidak akan menoleransi mereka yang berniat menyebarkan kekerasan, kebencian, dan ketakutan," beber Cuomo.

Baca juga : Pelaku Bom New York Punya Catatan Radikal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Sky,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.