Napi Koruptor Terlalu Banyak, Penjara Elit China Kehabisan Sel Tahanan

Kompas.com - 14/02/2018, 19:28 WIB
Penjara elit khusus Qincheng di distrik Changping, Beijing, yang menjadi penjara bagi tahanan korupsi dari pejabat tinggi. SCMP/SIMON SONGPenjara elit khusus Qincheng di distrik Changping, Beijing, yang menjadi penjara bagi tahanan korupsi dari pejabat tinggi.

BEIJING, KOMPAS.com - Perayaan malam Imlek bagi para narapidana korupsi di penjara elit khusus di China akan terasa beda tahun ini. Banyaknya jumlah tahanan menjadikan acara makan malam jelang Imlek dibatalkan.


Berlokasi di pinggiran utara Beijing, di kaki gunung Yan di distrik Changping, sekitar satu jam perjalanan dari ibu kota, penjara Qincheng dikhususkan bagi narapidana pejabat tingkat tinggi.

Namun, gerakan anti-korupsi yang digalakkan Presiden Xi Jinping selama lima tahun terakhir telah menjerat hingga lebih dari 1,3 juta pejabat dari berbagai tingkatan, membuat penjara itu kehabisan sel tahanan.

Sumber dari dalam penjara mengatakan kepada SCMP, tidak ada cukup ruangan untuk mengakomodasi acara makam malam bersama keluarga tahanan tahun ini, sehingga akhirnya dibatalkan.

Baca juga: Trump Buka Penjara Guantanamo, Mungkinkan untuk Tahan Anggota ISIS?

Menambah kesengsaraan para tahanan, penjara melarang pembesuk sejak dua pekan menjelang dan sehari setelah perayaan Imlek, yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).

" Penjara ini biasanya mengizinkan tahanan berusia di atas 60 tahun untuk dapat makan malam bersama dengan anggota keluarganya saat malam tahun baru."

"Tapi tidak tahun ini karena keterbatasan tempat, sementara jumlah tahanan sangat banyak. Pengunjung juga dilarang pada beberapa hari menjelang dan sehari setelah tahun baru," kata sumber.

Sebagai penjara untuk koruptor kelas kakap, pengamanan di Qincheng sangat ketat, di mana para tahanan akan terus diawasi. Beberapa mantan penghuninya bahkan berkata kerap terjadi penganiayaan di tempat itu.

Penjara Qincheng telah diliputi kerahasiaan sejak dibangun dengan bantuan Uni Soviet pada 1958. Penjara itu awalnya dipakai untuk memenjarakan tahanan penjahat perang dan saingan politik.

Kepadatan penjara telah menjadi masalah sejak saat itu, selama masa Revolusi Kebudayaan pada 1966, ketika masa pembersihan elit politik.

Baca juga: Pria Kabur dari Penjara Setelah Menukar Diri dengan Saudara Kembarnya

Penjara itu sempat mengalami perluasan pada 1960-an dan juga pada 2012, beberapa bulan sebelum Presiden Xi memulai perang melawan korupsi. Namun sejak akhir 2013, penjara kembali penuh seiring berjalannya kampanye anti-korupsi Xi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangkan Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangkan Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X