Kompas.com - 13/02/2018, 22:19 WIB
Pasien menjalani perawatan cuci darah di sebuah rumah sakit di Gaza. Getty via The New ArabPasien menjalani perawatan cuci darah di sebuah rumah sakit di Gaza.

GAZA, KOMPAS.com - Lebih dari 50 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia pada 2017, saat menunggu izin visa Israel untuk melakukan perawatan medis. Tak lebih dari setengah aplikasi yang diajukan mendapat izin visa tersebut.

Data tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (13/2/2018). Laporan mereka menyebut ada 54 warga Palestina yang akhirnya meninggal saat menanti izin visa dari Israel.

Menurut WHO, kondisi sistem birokrasi telah melemahkan hak pasien asal Palestina untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Terkait kondisi tersebut, pemerintah Israel beralasan, ketatnya pemeriksaan diperlukan sebagai langkah antisipasi atas keamanan bagi mereka yang berasal dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Baca juga: Pusat Layanan Kesehatan dan Rumah Sakit di Gaza Segera Dibuka Kembali

Warga Gaza membutuhkan izin Israel untuk meninggalkan kawasan tersebut dan masuk ke Yerusalem ataupun Tepi Barat untuk mendapat pelayanan medis yang didanai Otoritas Palestina yang diakui internasional.

Perawatan medis berat seperti untuk pengobatan kanker tidak tersedia di Gaza, terutama karena kekurangan fasilitas dan pembatasan oleh Israel terhadap impor teknologi medis yang berpotensi dimanfaatkan Hamas untuk tujuan militer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih dari 25.000 aplikasi permohonan perjalanan medis yang diajukan kepada otoritas Israel di 2017, dan hanya 54 persen yang disetujui tepat waktu. Angka itu turun dari 62 persen di 2016.

"Penurunan yang terjadi sangat mengkhawatirkan dan telah berada pada tingkat terendah sejak WHO mulai memantau hal ini pada 2008," kata Direktur WHO di Palestina, Gerald Rockenschaub dilansir AFP.

WHO bersama badan hak asasi manusia Al Mezan, Amnesti Internasional, Badan Hak Asasi Manusia (HRW), Bantuan Medis untuk Palestina, dan Dokter Hak Asasi Manusia Israel, meminta agar pembatasan terhadap warga Palestina yang membutuhkan pengobatan di Israel dapat dipermudah.

Baca juga: Israel Kembali Memasok Listrik ke Jalur Gaza



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.